Gandeng Kominfo, Ahok Luncurkan Aplikasi Rusun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara, di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 20 Agustus 2015. Gedung yang mirip dengan Apartemen tersebut disiapkan oleh pemerintah Jakarta untuk warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Suasana Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara, di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 20 Agustus 2015. Gedung yang mirip dengan Apartemen tersebut disiapkan oleh pemerintah Jakarta untuk warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjassama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi sistem informasi rumah susun (rusun), untuk memudahkan integrasi data penghuni. Aplikasi ini nantinya dapat membantu warga rusun untuk mengakses semua informasi tentang rusun yang ditempatinya, seperti jumlah unit dan pemilik rusun.

    “Ada data berapa penghuninya. Yang kosong berapa, info ini penting untuk komunitas dan pengembang,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat sesi peluncuran, di Gedung Balaikota Jakarta, Selasa 8 Desember 2015.

    Terdapat empat unit rusun di Jakarta yang akan dijadikan rusun percontohan dalam implementasi aplikasi tersebut. Keempat rusun itu adalah Rusun Cipinang Muara, Rusun Kapuk Muara, Rusun Cakung Barat, dan Rusun Tambora. “Kalau pakai aplikasi ini, saya bisa tahu tetangga saya siapa, status bayar sewa saya gimana, kita bisa tahu laporannya buat ngawasin,” ucap Ahok, sapaan akrab Basuki.

    Sistem informasi rusun ini menurut Ahok akan langsung terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan di update secara real time perkembangannya. Sehingga, sistem ini nantinya diharapkan juga bisa memantau ketersediaan rusun, lokasi, usia penghuni, profesi penghuni, surat teguran, termasuk status pembayaran retribusi penghuni.

    Aplikasi rusun ini terhubung langsung dengan website resmi Pemprov DKI Jakarta, yaitu melalui rusunawa.jakarta.go.id. Ahok menuturkan ke depan pihaknya akan mengembangkan aplikasi tersebut agar lebih luas jangkauannya lagi yaitu dengan menyertakannya ke dalam playstore untuk yang berbasis android.

    “Kami berterimakasih dengan Kemkominfo, karena selama ini masyarakat banyak melaporkan ada rusun yang diperjualbelikan, jadi dengan sistem ini lebih mudah diawasinya,” kata dia. Sementara ini, aplikasi tersebut baru dapat diakses oleh pegawai Dinas Perumahan dan Gedung saja, tetapi Ahok menginginkan ke depan ada pula informasi yang terbuka untuk masyarakat. “Minimal ada data siapa yang huni rusunnya, jadi masyarakat bisa tahu,” ucapnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.