Todong Karyawan Toko Ponsel, GM Pelindo III Mengaku Emosi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, SURABAYA -  General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Eko Harijadi Budijanto, ditahan akibat menodongkan senjata ke arah karyawan toko ponsel. Ia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Minggu, 6 Desember 2015.

    Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Matanette mengatakan, pihaknya tak memberikan perlakuan khusus bagi pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. “Setelah kami periksa secara maraton sejak kemarin dan sudah kita gelarkan, maka yang bersangkutan kami naikkan statusnya menjadi tersangka," ujar Takdir dalam konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, tadi siang.

    Penetapan status tersangka dilakukan sejak pukul 14.30 WIB, untuk kemudian dilakukan penahanan. Eko dikenakan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang disertai ancaman, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. Kepolisian juga tengah mendalami undang-undang darurat, untuk mempertimbangkan apakah senjata air soft gun masuk kategori senjata api.

    Takdir mengatakan, penahanan akan dilakukan sampai penyidikan tuntas. Sebab, masih ada ketidakselarasan antara keterangan saksi dan pelapor dengan tersangka soal penodongan. "Tersangka mengatakan senjata hanya diletakkan di meja, tapi saksi dan pelapor mengungkapkan sempat ada penodongan di kepala korban," kata dia.

    Eko Harijadi sendiri mengaku dirinya dalam keadaan emosi. Ia semula hanya ingin mendesak karyawan agar menepati janji karena pelayanan gerai resmi yang seharusnya baik. “Semua itu ada sebabnya, soal janji layanan dan bonus. Tapi tadi kami sudah saling memaafkan,” katanya.

    Eko sendiri menyatakan bahwa ia baru saja memiliki senjata jenis air soft gun. Ia meruapakan anggota klub menembak di bawah organisasi Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin). “Sebelum berlatih di Polda Jatim, saya mampir ke toko ponsel.”

    Sebelumnya diberitakan GM Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto (46), menodongkan senjata jenis air soft gun ke arah Muhammad Shofi (28) di gerai Samsung, Plasa Marina, Surabaya, Sabtu, 5 Desember 2015.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Semula Eko membeli sebuah ponsel cerdas senilai Rp 9,3 juta. Namun saat akan mengambil bonus power bank yang dimaksud, Shofi mengatakan stok habis dan harus melakukan inden terlebih dulu. Kecewa karena merasa gerai resmi itu tak menepati janji layanan, ia lalu menodongkan senjata ke kepala Shofi.

    Tiga jam setelah dilaporkan ke Polsek Wonocolo, Surabaya, Eko ditangkap di kantor Pelindo III Cabang Tanjung Perak dan ditahan untuk pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.