Agung Laksono Dukung Syahrul Limpo Pimpin Golkar Sulsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Fahmi Ali

    Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar — Ketua Umum Partai Golongan Karya hasil Musyawarah Nasional Ancol, Agung Laksono, menilai Syahrul Yasin Limpo masih layak menjadi Ketua Golkar Sulawesi Selatan periode 2015-2020. Rencananya, Golkar Sulsel akan menggelar Musyawarah Daerah setelah pemilihan kepala daerah serentak.

    “Kabupaten yang sempat tertunda Musdanya tetap kami akan lanjutkan setelah pilkada. Sedangkan untuk tingkat Provinsi, saya menilai Pak Syahrul masih layak,” kata dia saat ditemui Tempo di Aryaduta Hotel, Jalan Penghibur-Makassar, Kamis 3 Desember 2015.

    Agung mengatakan alasan Syahrul masih layak menjabat posisi ketua karena dia baru memimpin selama satu periode. Menurut Agung, aturan dalam anggaran dasar dan rumah tangga partai mengatur ketentuan bahwa calon ketua partai yang mengajukan diri sebagai kandidat ketua tidak boleh melebihi dua periode. “Kalau masih satu periode masih bisa untuk maju,” kata dia.

    Menurut Agung, pengurus pusat berencanauntuk berkomunikasi dengan Golkar hasil munas Bali untuk menggelar munas baru. Ini dilakukan karena Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan atas konflik kepengurusan pusat partai. Musda akan digelar setelah kelarnya urusan munas ini.

    Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Arfandy Idris, menuturkan Golkar tidak memiliki kubu konflik pasca keluarnya putusan MA yang mengesahkan kepengurusan Munas Riau.

    “Semuanya harus bersatu setelah adanya putusan MA. Begitupun pelaksanaan musda. Tidak ada lagi versi Ancol dan Bali,” kata dia. Golkar Sulawesi Selatan, Arfandy melanjutkan, akan menggelar musda sekitar bulan Maret 2016. Pengurus akan menggelar rapat internal untuk memperjelas mekanisme musda ini.

    “Mekanisme yang kami maksud adalah apakah ini dimulai dari tingkat Kecamatan, kabupaten, lalu provinsi.  Atau malah sebaliknya,” kata dia.

    Soal pernilaian Agung yang menyebut Syahrul masih layak melanjutkan posisi sebagai ketua, Arfandy mengapresiasi ini. Tapi menurut dia, ini bukan persoalan layak atau tidak layak. Persoalannya apakah Syahrul masih ingin maju dalam Musda tersebut dalam agenda pemilihan ketua, wakil, sekretaris, dan bendahara partai. “Betul, Pak Syahrul baru satu periode memimpin Golkar. Persoalannya apakah dia masih ingin maju,” kata Arfandy.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.