Kecelakaan Cipali, 11 Korban Tewas Hanya 1 Beridentitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas IGD menandai kantong mayat korban kecelakaan di ruas tol Cipali di RS Ciereng, Subang, Jawa Barat, 3 Desember 2015. Dari 11 korban kecelakaan di kilometer 173 wilayah Indramayu tersebut, hanya satu yang diketahui identitasnya. TEMPO/Nanang Sutisna.

    Seorang petugas IGD menandai kantong mayat korban kecelakaan di ruas tol Cipali di RS Ciereng, Subang, Jawa Barat, 3 Desember 2015. Dari 11 korban kecelakaan di kilometer 173 wilayah Indramayu tersebut, hanya satu yang diketahui identitasnya. TEMPO/Nanang Sutisna.

    TEMPO.CO, Subang - Sebanyak sebelas korban tewas kecelakaan di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kilometer 173 Indramayu. Dari seluruh korban yang dievakuasi ke rumah sakit Ciereng, Subang, baru satu yang bisa diidentifikasi.

    "Satu korban itu namanya Umar, warga Brebes, Jawa Tengah," kata Wakil Direktur RS Ciereng Dwinan Merchyawati, saat ditemui di kamar Instalasi Gawat Darurat rumah sakit itu, Kamis, 3 Desember 2015.

    Dari sebelas korban itu, sembilan dewasa, dua lainnya balita. Tiga wanita dan delapan pria.

    Dwinan mengungkapkan, saat menerima kiriman sebelas jenazah korban tewas peristiwa kecelakaan mikrobus Elf bernomor polisi B-8378-OU tersebut dari petugas tol Lintas Marga Sedaya selaku pengelola tol Cipali, pihaknya hanya menerima jasad tanpa identitas. "Ada dua unit ambulans milik PT Lintas Marga Sedaya yang mengevakuasi sebelas jasad korban secara bergantian, sejak jam 07.30," kata Dwinan.

    Semua jasad yang pada bagian tubuhnya mengalami luka berat tersebut kemudian disempurnakan. Misalnya, yang bagian pahanya robek, kemudian dijahit.

    Pemantauan Tempo, semua jenazah yang sudah dilucuti pakaiannya, dimasukkan ke kantong mayat plastik berwarna kuning. Ada pun celana dan baju yang sudah dilucuti dari jasad korban dimasukkan ke kantong plastik.

    Korban lalu disimpan dan disesuaikan dengan nomor yang ada di masing-masing kantong mayatnya. Sampai berita ini dikirimkan, belum ada satu keluarga korban pun yang menjemput jenazah di IGD rumah sakit pelat merah tersebut.

    Kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Cipali Indramayu tersebut, diduga akibat mikrobus Elf menabrak sebuah truk yang ada di depannya. Tetapi kemudian, truknya kabur. Semua korban tewas dievakuasi ke RS Ciereng dan tiga korban luka berat dilarikan ke RS Plumbon, Indramayu.

    "Kami sulit meminta keterangan terkait dengan kronologi kecelakaan. Sebab, di lokasi kejadian hanya ditemukan mikrobus Elf saja," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Sulistio Pudjo. Ia menyebutkan, peristiwa kecelakaan maut itu terjadi sekitar jam 04.30.

    Sebelum peristiwa di ruas kilometer 173 wilayah Indramayu, peristiwa sama juga terjadi di ruas jalan tol Cipali kilometer 117+800 wilayah Subang, Rabu malam, 2 Desember 2015, pukul 21.00.

    Korbannya sebuah Hyundai Avega bernomor polisi E-1301-BP yang dikemudikan Deden Ady Proyono, yang datang dari arah Cikopo-Palimanan (Jalur A), menabrak Padmo Redjo, penyeberang jalan, yang kemudian tewas seketika. Jasadnya kemudian dievakuasi ke RS Ciereng.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.