Minggu, 22 September 2019

Menag: Tidak Ada Ampun bagi Pelaku Kejahatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan aparaturnya untuk tidak melakukan tindakan koruptif dan manipulatif.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan aparaturnya untuk tidak melakukan tindakan koruptif dan manipulatif.

    INFO NASIONAL - Kementerian Agama terus berbenah. Semangat untuk menjadi kementerian yang bersih dan melayani terus digelorakan, dari pusat sampai daerah. Untuk yang kesekain kalinya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali mengingatkan aparaturnya untuk tidak melakukan tindakan jahat yang koruptif dan manipulatif. Sebaliknya, aparatur diminta untuk mengikuti napas perubahan reformasi birokrasi yang transparan dan melayani.

    “Saya mengharapkan agar kita sejalan, senapas, dengan yang kita lakukan, kita tingkatkan perubahan yang semakin cepat, mari kita ikut maju bersama. Tidak ada ampun bagi yang melakukan kejahatan,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Asrama Haji Lombok, NTB, Senin, 30 November 2011.

    Menag mengingatkan, ASN Kemenag di provinsi dan kabupaten/kota merupakan etalase, wajah terdepan Kementerian Agama karena selalu berada di tengah masyarakat. “Saudara semua lah dari hari ke hari yang memberikan pelayanan pada masyarakat agar kualitas keagamaan masyarakat Indonesia semakin meningkat, kualitas pendidikan semakin meningkat, kerukunan semakin membaik, dan kualitas penyelenggaran ibadah haji semakin baik,” ucap Menag.

    Menurut Menag, ASN adalah orang-orang yang mendapat kepercayaan, amanah dari pemerintah untuk menjalankan tugas dan fungsi, sehingga kementerian bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Dalam melaksanakan tugas dan amanahnya, negara juga banyak memberikan fasilitas kepada ASN. “Karenanya, sudah semestinya ASN memberikan layanan terbaik kepada publik,” ujarnya.

    Di hadapan ratusan aparaturnya, Menag juga mengingatkan kembali tentang pentingnya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Menurut dia, setiap aparatur, tanpa terkecuali,  akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan, tidak hanya kepada atasan dan rekan sejawat  dalam konteks pekerjaan, tapi juga kepada Allah Swt.

    “Saya ingin semua ASN Kemenag bekerja on the track sesuai dengan peraturan yang berlaku, supaya tidak ada yang menyimpang, terpengaruh godaan sana-sini. Semua akan dimintai pertanggungjawaban,” ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.