Banjir, Jalur Padang-Pekanbaru Putus Total 5 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI membantu masyarakat melintasi jembatan yang putus akibat banjir bandang di Padang, (25/7). TEMPO/Andri El Faruqi

    Anggota TNI membantu masyarakat melintasi jembatan yang putus akibat banjir bandang di Padang, (25/7). TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Padang - Jalan yang menghubungkan Kota Padang, Sumatera Barat, dengan Pekanbaru, Riau, putus total. Banjir setinggi 1 meter merendam badan jalan di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

    Kepala Kepolisian Sektor Pangkalan Inspektur Dua Kalbert Jonaidi mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu malam kemarin. Pada pukul 07.00 WIB, ketinggian air mencapai 1 meter. Jadi, ucap Kalbert, arus lalu lintas di jalan utama Padang-Pekanbaru ini putus total. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan yang mencapai 3 kilometer.

    “Jalan ini jalur utama yang menghubungkan Sumatera Barat-Riau,” ucap Kalbert saat dihubungi, Ahad, 29 November 2015. Menurut dia, pada pukul 11.00 WIB, air mulai surut. Kendaraan mulai lewat dengan sistem buka-tutup. “Kembali normal sekitar pukul 13.00 WIB. Arus kendaraan mulai lancar,” ujarnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Nasriyanto menuturkan banjir itu terjadi karena kawasan setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Jadi volume air meningkat. “Saat curah hujan tinggi, kawasan ini hampir tiap tahun dilanda banjir,” katanya. Banjir, ucap dia, juga merendam sekitar 35 rumah warga. Ketinggian air mencapai 50-70 sentimeter.

    Sejumlah kawasan lain di Kabupaten Limapuluh Kota juga diterjang banjir. Di antaranya, di Taram, banjir merendam puluhan rumah warga. Begitu juga di Suliki, banjir merendam sejumlah rumah dan air meluap ke jalan.

    Selain banjir, tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota. Di Taeh Bukit, Kecamatan Payakumbuh, longsor menghantam satu rumah warga. Longsor juga menyebabkan tanah terban, sehingga jalan dan sejumlah rumah retak.


    ANDRI EL FARUQI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?