Penjara Narkoba di Madura, Buwas: Dijaga Buaya dan Piranha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Mabes Polri, Inspektur Jenderal Budi Waseso, datang memenuhi panggilan pemeriksaan di kantor Komnas HAM, Jakarta, 30 Januari 2015. Selama proses pemeriksaan dari awal sampai akhir, Budi Waseso terlihat penuh senyuman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kabareskrim Mabes Polri, Inspektur Jenderal Budi Waseso, datang memenuhi panggilan pemeriksaan di kantor Komnas HAM, Jakarta, 30 Januari 2015. Selama proses pemeriksaan dari awal sampai akhir, Budi Waseso terlihat penuh senyuman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso alias Buwas mengatakan pulau yang dipilih untuk penjara kasus narkoba bukan hanya dijaga buaya. Menurut Buwas--panggilan akrab Budi Waseso, penjara yang dikelilingi sungai itu juga akan ditebar piranha.

    Pulau itu adalah Madura. Tepatnya di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
    Tempat ini sudah tersedia gedung bekas lembaga pemasyarakatan. "Mungkin nanti juga akan diberi sungai yang isinya buaya dan ikan piranha," ucap Buwas di kantor Muhammadiyah Jawa Timur pada Kamis, 26 November 2015.

    Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI ini menjelaskan, penjara tersebut akan menjadi tempat para bandar narkoba kelas kakap yang tertangkap dan sudah divonis. Tentu saja kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Pulau ini akan disterilkan dari akses komunikasi, sehingga tidak ada peluang sekecil apa pun bagi bandar untuk mengedarkan narkoba. "Biar nunggu hukuman mati di situ saja," ujar Budi.

    Buwas menuturkan BNN akan segera mengurus penggunaan gedung tersebut ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sebab, status pengelolaan gedung itu masih di bawah kementerian tersebut. Namun dia tidak menjelaskan target persiapan penjara khusus itu sampai kapan.

    Sebenarnya, menurut Budi, selain Kepulauan Kangean, ada beberapa pilihan tempat lain. Seperti pulau terluar di Pulau Papua, Kalimantan, dam Sumatera. “Yang jelas, di pulau-pulau itu susah mencari sinyal telepon dan Internet.”

    Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendukung langkah BNN menggunakan Kepulauan Kangean sebagai penjara tahanan narkotik. Syaratnya, kata Saifullah, BNN harus izin terlebih dulu kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Ya, kami mendukung saja."

    Saifullah membayangkan, dengan penjara khusus narkoba yang terletak di pulau terpencil Indonesia, penggunaan dan peredaran narkoba akan berkurang. "Syukur-syukur Indonesia ini bersih dari narkoba."

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.