Begini Cara Kemendikbud Merevolusi Mental Anak Usia Dini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di bimbing oleh pengajar  para anak usia dini belajar mengetahui cara berkebun di lingkungan sekitar tempat mereka belajar  usai peresmian program PAUD 1000 Anak Bangsa di PAUD Permata Bunda, Duren Sawit,  Jakarta (10/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Di bimbing oleh pengajar para anak usia dini belajar mengetahui cara berkebun di lingkungan sekitar tempat mereka belajar usai peresmian program PAUD 1000 Anak Bangsa di PAUD Permata Bunda, Duren Sawit, Jakarta (10/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    BISNIS.COM, Jakarta - Saat ini, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi prioritas pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan. Pasalnya, awal revolusi mental adalah pada anak usia dini.

    Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUDNI-Dikmas) melakukan terobosan dalam metode pembelajaran di PAUD.

    "Saat ini PAUD lebih banyak bergerak melalui kegiatan sosial di masyarakat, maka kami akan berdayakan komunitas musik untuk ciptakan lagu anak," ujar Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUDNI-Dikmas, Ella Yulaelawati dalam diskusi pendidikan di perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis, 19 November 2015.

    Untuk menciptakan metode belajar yang mendidik juga menyenangkan bagi anak usia dini, Kemendikbud juga ciptakan kanal rumah dongeng untuk menggugah anak untuk gemar membaca.

    "Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan praktisi-praktisi PAUD untuk menciptakan ragam senam dan tari untuk menstimulasi gerak motorik anak," kata Ella.

    Ke depan, Kemendikbud juga akan bekerjasama dengan stasiun televisi agar menayangkan program televisi yang dapat ditonton oleh anak usia dini.

    "Kalau untuk bikin program sendiri di TV rasanya pemerintah tidak mampu. Kami mengharapkannya berupa CSR untuk membuat tayangan yang pro PAUD," ungkapnya.

    Sebagai pedoman pembelajaran guru, Kemendikbud telah menyiapkan ragam buku pintar PAUD berkualitas. "Saat ini telah dikembangkan portal ruang guru PAUD, sebagai tempat sharing guru PAUD se-Indonesia dalam metode pembelajaran yang efektif pada anak usia dini," terangnya.

    Selain itu, untuk meratakan pendidikan anak usia dini, Kemendikbud bekerjasama dengan Kementerian Desa untuk membangun PAUD di 22 ribu desa mulai tahun depan.

    "Kementerian Desa saat ini juga telah sadar pentingnya PAUD di setiap desa. Untuk itu tahun depan kita akan bangun di 22 ribu desa terutama di daerah 3T," pungkasnya.

    Seperti diketahui, saat ini baru ada 80 ribu desa atau sekitar 72% desa yang tersedia PAUD.

    bisnis.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.