Pasien Ini Tinggal Kulit dan Tulang Terlantar di RSUD Kupang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hagar Haki, pasien yang kurus kering. TEMPO/ John Seo

    Hagar Haki, pasien yang kurus kering. TEMPO/ John Seo

    TEMPO.CO, Kupang - Hagar Haki, 28 tahun, wanita asal Desa Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga diterlantarkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanis Kupang hingga kondisinya yang memprihatinkan tinggal kulit dan tulang.

    Kini Hagar dirawat di ruang wanita kelas 3, kamar isolasi 1 RSUD Johanis Kupang. Pasien ini telah dirawat selama sembilan bulan di RSUD Johanis Kupang, namun kondisinya semakin memburuk, dan sangat memprihatinkan. Di RSUD Johanis, Hagar hanya dibekali satu botol infus.

    "Ini bermula dari operasi persalinan secara prematur," kata Otniel Haki, ayah kandung Hagar, Rabu, 18 November 2015. Otniel mengatakan operasi ini dilakukan di kampungnya pada Februari 2015 lalu.

    Usai operasi itu, menurut Otniel, kondisi Hagar memburuk sehingga dilarikan ke rumah sakit Naibonat Kabupaten Kupang, namun karena keterbatasn alat, sehingga korban dilarikan ke RSUD Johanis Kupang.

    "Anak saya melahirkan secara prematur. Umur kandungan baru 7 bulan," kata Otniel.

    Saat melahirkan anak Hagar juga tak tertolong, karena telah meninggal dalam kandungan. Setelah itu, terjadi pembengkakan di perut korban

    Hagar didiagnosa dokter menderita gangguan pada rahim, sehingga dokter menyarankan untuk pengangkatan rahim melalui operasi besar. Namun, setelah dilakukan operasi, dua pekan berselang kondisi Hagar memburuk pasca terlepasnya jahitan.

    Akibat terlepasnya jahitan itu, maka dokter membuat lubang di bagian perut Hagar. Akibat lubang tersebut makanan yang masuk ke perut Hagar langsung keluar melalui lubang tersebut. Hingga kini lubang di bagian perut Hagar belum ditutupi, sehingga kondisi Hagar memburuk hingga sisa tulang.

    Otniel mengaku pasrah dengan keadaan anaknya yang terus memburuk. "Sudah hampir sembilan bulan dirawat di RSUD Johanis, namun tak kunjung membaik," katanya.

    Direktur RSUD Johanis Kupang Drg Domi Mere yang dikonfirmasi Tempo meminta agar menemui keesokan harinya untuk menerima penjelasan itu. "Besok saja di kantor ya," kata Domi yang masih enggan memberikan penjelasan.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.