Ratusan Orang Bernama Sugeng Tanam Pohon di Desa Sugeng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berjalan di kawasan Candi Tikus, suasana yang tenang dan bersih menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Candi Tikus. Hingga sampai saat ini fungsi Candi Tikus masih misterius, sebagian ahli berpendapat bahwa Candi tersebut untuk tempat mandi raja, namun sebagian lain mengatakan Candi tersebut berfungsi untuk saluran irigasi. Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Wisatawan berjalan di kawasan Candi Tikus, suasana yang tenang dan bersih menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Candi Tikus. Hingga sampai saat ini fungsi Candi Tikus masih misterius, sebagian ahli berpendapat bahwa Candi tersebut untuk tempat mandi raja, namun sebagian lain mengatakan Candi tersebut berfungsi untuk saluran irigasi. Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Ratusan orang yang mempunyai unsur nama Sugeng berkumpul di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 14 November 2015. 

    Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Sugeng ini menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahun Paguyuban Sugeng ke-7. “Dalam peringatan HUT ke-7 ini, kami mengadakan beberapa kegiatan, salah satunya penanaman seribu bibit pohon sengon,” kata Sekretaris Umum Paguyuban Sugeng, Sugeng Suratno. 

    Baca juga:
    TEROR PARIS: 5 Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu
    Teror Paris, Hampir 130 Tewas: Orang Dalam Prancis Terlibat!

    Dia berharap penanaman pohon sengon ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang wilayahnya tandus. 

    Sugeng Suratno mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan Paguyuban Sugeng selama ini. “Selain silaturahmi, yang paling sering adalah sunatan massal, santunan yatim piatu, dan memberikan bantuan kepada anggota yang tidak punya kemampuan fisik dan ekonomi,” ujarnya.

    Menurut dia, sebagai paguyuban yang dibentuk atas dasar solidaritas itu, Paguyuban Sugeng memiliki lembaga keuangan Sugeng Peduli Sugeng. “Semacam lembaga pendanaan untuk semua Sugeng dan keluarganya kalau ada permasalahan,” tuturnya. Paguyban ini juga punya rintisan koperasi.

    Selanjutnya: Sugeng Riyadi....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.