Para Sahabat Mengenang Dokter Andra: Sa Doakan Ko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek melihat Jenazah dokter Dionisius Giri Samudra atau Andra tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 13 November 2015. Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada Andra dengan penghargaan Ksatria Bakti Husada. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek melihat Jenazah dokter Dionisius Giri Samudra atau Andra tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 13 November 2015. Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada Andra dengan penghargaan Ksatria Bakti Husada. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Para sejawat merasa kehilangan atas meninggalnya dokter muda Dionisius Giri Samodra atau biasa disapa dr Andra, di saat ia hendak melanjutkan tugasnya di daerah terpencil Dobo, Kepulauan Aru. Ratusan teman-temannya memasang spanduk ucapan belasungkawa.

    "Kami sempat kaget saat mendengar kabar meninggalnya Andra di grup teman-teman," tutur Imanuel Bayu, 24 tahun, rekan Andra semasa sekolah di SMK Gonzaga Jakarta Selatan, di rumah duka, Sabtu, 14 November 2015. Imanuel mengaku tak menyangka Andra pergi secepat itu.

    Menurut dia, Andra adalah orang yang sangat baik dan mudah bergaul. Semasa SMA, Andra juga dikenal cerdas. Sejumlah rekannya yang lain juga begitu terpukul mendengar kepergian pria 24 tahun tersebut.

    Mereka memajang ratusan tanda tangan di atas spanduk putih berukuran satu setengah kali empat meter. Di spanduk tertulis kalimat "Selamat jalan sejawat dr Dionisius Giri Samodra." Mereka kemudian membubuhkan tandatangan dan ucapan belasungkawa. Tidak sedikit yang memberi testimoni tentang sosok Andra di mata merela.

    "Selamat jalan dr Andra. Kamu adalah pejuang kesehatan sesungguhnya," tulis dr Sevent, satu di antara rekan Andra yang tergabung dalam Indonesian Doctor's Community. "Selamat jalan ksatria bakti husada tang sesungguhnya," tulis rekannya yang lain.

    Berbagai macam tanda tangan dan ucapan belasungkawa memenuhi spanduk putih yang dipajang di samping rumahnya di Jalan Cempaka B6 Nomor 5, Kompleks Mahkamah Agung, Pamulang, Tangerang Selatan itu. Bahkan satu di antara mereka juga menyempatkan untuk menuliskan sebait puisi untuk Andra.

    "Hey jeng Andra. Ko lincah salah lagi tinggalkan Ko. Tapi Sa mengaku sama Ko. Hahaha, barusan-nya Sa rindu sama Ko. Tapi, Sa lebih lincah lagi. Doakan ko," tulis satu di antara rekannya.

    Rencananya dr Andra baru akan dimakamkan pada Minggu, 15 November besok di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kandang Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 09.00 WIB.

    Sebelumnya, pada Rabu, 11 November lalu, Andra jatuh sakit saat dia hendak melanjutkan pengabdiannya dalam program internship di Dobi, Kepulauan Aru. Dia didiagnosa terserang ensefalitis atau infeksi otak akibat virus campak.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.