Musim Hujan, Menteri Nila Ingatkan Bahaya Jentik Nyamuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (tengah) didampingi Plt Pimpinan KPK Johan Budi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 6 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (tengah) didampingi Plt Pimpinan KPK Johan Budi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 6 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang datang bersamaan dengan musim hujan. "Saat musim hujan datang, waspadai demam berdarah," kata Nila di kantornya saat perayaan Hari Kesehatan Nasional, Kamis, 12 November 2015.


    Nila berharap masyarakat rajin membersihkan lingkungan, terutama yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk. Jentik-jentik itu akan meningkatkan kemungkinan terjadinya demam berdarah. "Tidak mungkin petugas dari Kementerian Kesehatan menangani jentik nyamuk," katanya.

    Selain potensi demam berdarah, kata Nila, musim hujan juga identik dengan banjir di beberapa daerah. Nila meminta masyarakat juga mewaspadai kencing tikus yang mudah menularkan penyakit. "Saat banjir, tikus pun akan keluar dari persembunyiannya, jadi hati-hati dengan kencing tikus," katanya.

    Memperingati Hari Kesehatan Nasional, jajaran kementerian ini mengadakan berbagai kegiatan. Tema yang diambil adalah 'Generasi Cinta Sehat Siap Membangun Negeri'. Menteri Nila berharap masyarakat dari berbagai usia membangun budaya sehat.

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional juga berlangsung di Denpasar, Bali. Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengingatkan, masyarakat di Pulau Dewata harus sungguh-sungguh menjaga kesehatan. "Kalau sakit, kita tidak bisa bertugas dengan baik. Mari menjaga kesehatan," kata Sudikerta saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional.


    MITRA TARIGAN | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.