Ini Tiga Negara Pesaing Utama Indonesia Menurut Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.COGresik - Menjelang dimulainya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun nanti, pemerintah terus menggenjot daya saing Indonesia dalam hal investasi. Semua pihak diharapkan berlomba-lomba mendatangkan arus modal, uang, dan investasi ke Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain. Presiden Joko Widodo menyebut tiga negara tetangga yang akan menjadi pesaing berat Indonesia.

    "Yang menjadi pesaing berat kita adalah Vietnam, Thailand, dan Malaysia," ujarnya saat membuka peluncuran program penciptaan lapangan kerja antara pondok pesantren Qomaruddin dan kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kemarin.

    Persaingan dengan negara tetangga itu sangat ketat. Mereka, kata Jokowi, sangat atraktif, cepat dalam memberi fasilitas, serta menarik agar arus modal dan investasi masuk. "Ada yang memberikan tanah gratis asal investasi masuk. Ada yang pajaknya dihilangkan selama 15, 20, 30 tahun. Lalu memangkas ongkos energi listrik alias diberikan diskon," ujarnya.

    Menurut Jokowi, arus uang bisa masuk dengan cara-cara seperti itu. Tanpa hal-hal tersebut, terdapat banyak pengangguran seperti yang terlihat hampir di semua negara akibat ekonomi dunia melambat.

    Jokowi lalu menegaskan, pemerintah telah berupaya menarik investasi dan modal masuk Indonesia melalui berbagai Paket Kebijakan Ekonomi. "Jadi, kenapa saya mengejar menteri-menteri untuk mendatangkan investasi di daerah? Ya, karena sekarang persaingan antarnegara semakin ketat, kompetisi semakin ketat, persaingan semakin ketat," kata dia.

    Untuk itu, pemerintah pusat mendorong masuknya modal lebih dalam ke tingkat provinsi hingga kabupaten ataupun kota. "Teori makro ekonominya seperti itu. Tanpa uang yang beredar banyak, jangan harap kesejahteraan jadi lebih baik."

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.