Soal Gedung BNN, Buwas: Kami Siap Bangun Tenda di Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (baju putih) menunjukan barang bukti narkoba saat gelar perkara kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2015. Polisi mengamankan 115 kg sabu dan 5450 butir ekstasi sebagai barang bukti. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (baju putih) menunjukan barang bukti narkoba saat gelar perkara kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2015. Polisi mengamankan 115 kg sabu dan 5450 butir ekstasi sebagai barang bukti. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Nasional Narkotika Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, kantornya akan diambil alih oleh Badan Reserse Kriminal Polri. "Kami sebentar lagi terusir," katanya di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Jumat, 6 November 2015.

    Budi mengatakan, hingga saat ini belum ada lokasi yang ditawarkan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti kantor BNN. "Kalau nanti enggak dapat kantor, kami siap buka tenda di Monas," katanya sambil tertawa. Menurut Budi, Monumen Nasional dipilih agar BNN lebih dekat dengan Presiden. "Kan BNN langsung di bawah Presiden."

    Ia mengatakan tidak ada kriteria khusus kantor yang diinginkan. "Yang penting ada tempat yg pasti," katanya. Budi mengatakan saat ini Presiden sedang mengusahakan tempat baru. "Lembaga adhoc aja diperhatikan sama negara," katanya.

    Kantor BNN saat ini terletak di Jalan M.T. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur. Gedung yang belum lama ditempati tersebut merupakan aset dari Kepolisian RI. Rencananya, gedung akan direnovasi oleh Bareskrim Polri dan diubah menjadi kantor Bareskrim.

    Budi mengaku tak masalah dengan keputusan tersebut. Lagi pula, BNN sudah 10 tahun lamanya dipinjami gedung oleh Bareskrim.

    VINDRY FLORENTIN

    Video tentang Razia Narkoba:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.