Bandung Sumbang Alat Penyaring untuk Korban Kabut Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan dan lahan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Warga banyak mengalami gangguan pernafasan akibat terkena asap kebakaran hutan di kalimantan dan Sumatera. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Hutan dan lahan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Warga banyak mengalami gangguan pernafasan akibat terkena asap kebakaran hutan di kalimantan dan Sumatera. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan sumbangan untuk korban asap di Kalimantan dan Sumatera dari para Bobotoh--suporter Persib Bandung--dan organisasi lainnya di Kota Bandung mencapai Rp 500 juta.

    "Sumbangan Bobotoh untuk korban asap sudah mencapai lebih dari Rp 500 juta. Kombinasi dari Bobotoh sekitar Rp 250 juta, dari gereja Rp 150 juta, sisanya dari masjid dan pengusaha," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Senin, 2 November 2015.

    Lebih lanjut Ridwan Kamil menambahkan, sumbangan tersebut akan diserahkan dalam bentuk barang. Uang yang telah terkumpul akan dibelikan alat penyaring asap, yang dikenal dengan nama Fresh On buatan Profesor I Gede Wenten.

    "Rencananya akan dibelikan alat penyaring asap yang punya Prof. Wenten. Satunya Rp 250 ribuan," ucap Ridwan Kamil.

    Sisa dananya, Ridwan Kamil berujar, akan dibelikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lainnya. Sumbangan tersebut akan diserahkan oleh perwakilan karang taruna.

    "Yang akan ke sana karang taruna, sebagai tim yang akan mewakili kedua pulau, Sumatera dan Kalimantan. Yang diberikan pastinya berupa barang, bukan uang," kata Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.