Wapres Jusuf Kalla: Lahan Gambut Harus Direstorasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri), berbincang dengan PM India, Narendra Modi dalam pertemuan Leaders' Summit on Peacekeeping dalam rangkaian Sidang Umum PBB di Manhattan, New York, 28 September 2015.  REUTERS/Andrew Kelly

    Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri), berbincang dengan PM India, Narendra Modi dalam pertemuan Leaders' Summit on Peacekeeping dalam rangkaian Sidang Umum PBB di Manhattan, New York, 28 September 2015. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan solusi terpenting bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan adalah menyelesaikan kebakaran pada lahan gambut. "Karena asap itu yang terbesar datang dari kebakaran gambut," kata Kalla seusai menjalankan salat istisqa di Masjid Istiqlal, Minggu, 1 November 2015.

    Kalla menyebut langkah yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah fokus ada pemadaman kebakaran pada lahan gambut dan melakukan restorasi pada lahan gambut. "Maka harus diselesaikan dengan antara lain penyelesaiannya kebakaran dan restorasi lahan gambut itu secara nasional," katanya.

    Pagi ini, Kalla menjalankan salat istisqa di Masjid Istiqlal. Salat bertujuan untuk meminta turunnya hujan di wilayah Indonesia yang terdampak asap. Salat dimulai tepat pukul 07.00 di pelataran Masjid Istiqlal. Menurut dia, sejauh ini pemerintah sudah bekerja keras melakukan pemadaman kebakaran. Kalla menilai selain kerja keras, pemerintah harus melaksanakan doa agar segala upaya membuahkan hasil.

    Dalam salat Istisqa, Wapres didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi. Ribuan warga ikut serta dalam salat tersebut.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.