Kabut Asap, Setya Novanto Minta Rp 10 Juta per Anggota DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Ketua DPR Setya Novanto dan arlojinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua DPR Setya Novanto mengajak semua anggota Dewan menyumbang untuk para korban bencana asap. "Pimpinan masing-masing menyumbangkan Rp 10 juta. Bagi para anggota yang juga mau menyumbang, silakan, bisa menghubungi kesekjenan," kata Setya di ruang sidang paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Menurut Setya Novanto, setiap anggota Dewan yang hendak menyumbang dapat meminta Sekretariat DPR memotong sebagian uang tunjangan anggota sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing. Lalu uang yang terkumpul akan dialokasikan kepada korban bencana asap.

    Selain menggalang dana, Dewan menunjukkan kepeduliannya terhadap peristiwa kebakaran lahan dan hutan dengan menggelar salat istiska atau salat meminta hujan. Salat istiska ini dilaksanakan seusai salat Jumat di lapangan bola, kompleks DPR. "Selain dukungan moril, dukungan doa penting," ucap politikus Partai Golongan Karya tersebut.

    Sampai saat ini, pemerintah masih berkonsentrasi mengatasi kebakaran hutan dan menangani korban bencana asap. Presiden Joko Widodo turun langsung ke lapangan setelah melakukan lawatan ke Amerika Serikat, dua hari lalu. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya lebih dulu berada di lapangan untuk memantau upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan.

    Pada Jumat ini, DPR menjadwal pembahasan sejumlah agenda dalam sidang paripurna, di antaranya pembentukan panitia khusus kebakaran lahan dan hutan. Sebanyak sembilan fraksi menyetujui pembentukan pansus tersebut. Hanya Fraksi Partai NasDem yang masih keberatan dengan pembentukan pansus ini.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.