Darurat Asap, Forum Kalimantan Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Kalimantan Yogyakarta (FKY) mengadakan Aksi Peduli Bencana Asap Kalimantan yang digelar di Tugu Yogyakarta, Ahad, 25 Oktober 2015. Dalam aksi damai tersebut, FKY juga melakukan orasi, penggalangan dana, dan launching aksi solidaritas Forum Kalimantan.

    “Kami melakukan aksi solidaritas ini dengan penggalangan dana dan ada orasi damai,” kata Syafuandi Yusuf Daeng Husein, Juru Bicara Aksi Solidaritas Forum Kalimantan Yogyakarta kepada Tempo, Ahad,  25 Oktober 2015.

    Dalam aksi ini, para peserta diminta menggunakan kaus hitam atau hijau dan membawa masker sebagai simbol. Selain penggalangan dana secara langsung saat aksi dilangsungkan, FKY juga akan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin mendonasikan uangnya melalui rekening bank.

    “Nantinya, dana yang terkumpul akan kami distribusikan kepada para korban yang membutuhkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak/LSM terkait. Bentuknya masih dalam pembahasan,” katanya.

    Kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak beberapa bulan lalu di Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap menyebar hingga ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, hingga ke negara tetangga.

    Semakin hari, asap justru semakin pekat. Banyak korban berjatuhan akibat gangguan pernapasan. Kerugian akibat terhambatnya jalur perekonomian daerah juga mulai terjadi dan dirasakan masyarakat.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.