El Nino, Puluhan Waduk di Lamongan Mengering

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani ikan memberikan pakan ikan di Keramba Jaring Apung, Waduk Saguling, Desa Tanjung Jaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 6 Agustus 2015. Produksi ikan air tawar diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 10 persen akibat kekeringan yang terjadi di wilayah Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Petani ikan memberikan pakan ikan di Keramba Jaring Apung, Waduk Saguling, Desa Tanjung Jaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 6 Agustus 2015. Produksi ikan air tawar diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 10 persen akibat kekeringan yang terjadi di wilayah Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Lamongan - Kemarau panjang dan El Nino sepanjang 2015 ini membuat kantung-kantung air, dari sungai, embung, rawa dan waduk, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengering. Puncaknya, hingga pekan ke empat bulan Oktober 2015 ini,  41 waduk dan rawa—dari total 44 waduk—telah kehabisan air.

    Dari jumlah itu, 33 di antaranya adalah waduk kategori menengah dan besar. Arealnya menyebar di 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan, terutama di bagian selatan, tenggara dan barat.

    Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang diterima Pemerintah Lamongan, menunjukkan kekeringan masih akan terus berlangsung. Hujan baru akan turun akhir November bahkan awal Desember 2015.

    Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Lamongan  menyebutkan bahwa sampai dengan 10 Oktober 2015 lalu, air di Waduk Prijetan masih tersisa sebanyak kurang lebih 200 ribu meter kubik. Kemudian Waduk Gondang sebanyak sekitar 1,7 jura meter kubik serta Waduk Caling masih ada sekitar 10 ribu meter kubik. "Sisanya air menyusut,” ujar Kepala Dinas PU Pengairan Supandi, Kamis 22 Oktober 2015.

    Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan  tengah menyiapkan volume tandon air di sejumlah tempat di kabupaten ini. Tujuannya  melakukan normalisasi pada lima waduk yang menjadi kewenangan Pemerintah Lamongan yakni Waduk Sepanji, Waduk Mojomanis, Waduk Kedungdowo, Waduk Canggah dan Waduk Joto.

    Pemerintah Kabupaten juga akan melakukan normalisasi terhadap 33 waduk desa seperti Waduk Desa Brengkok dan Desa Lembor Kecamatan Brondong, Waduk Desa Maindu dan Waduk Desa Sidobangun Kecamatan Kedungpring —sekitar 40 kilometer dari Kota Lamongan.  Selain itu juga di Waduk Kaliwates Kecamatan Kembangbahu, dan Waduk Desa Sukobendu Kecamatan Mantup.  “Anggaran sudah diproyeksikan,” imbuh Supandi.

    Pemerintah Lamongan juga mendapatkan dana dari pos Anggaran Pendapatan Belanja Negara untuk normalisasi tiga Daerah Irigasi: Daerah Irigasi Rawa Kwanon Kecamatan Pucuk, Rawa Sogo Kecamatan Babat, dan Rawa Manyar Kecamatan Sekaran—yaitu Lamongan bagian Lamongan barat.

    Ada juga proyek normalisasi untuk 10 waduk kategori menengah di Lamongan:  Waduk Dukuh Kecamatan Tikung, Waduk Takaran Kecamatan Tikung, Waduk Kedungdowo Kecamatan Kembangbahu, Waduk Maduran Kecamatan Maduran, Waduk Sumurgung Kecamatan Laren, Waduk Canggah Kecamatan Sarirejo, Waduk Tuwiri Kecamatan Tikung, Waduk Kuripan Kecamatan Babat, Waduk Delikguno Kecamatan Tikung dan Waduk Makam Santri Kecamatan Laren.

    Proyek normalisasi waduk menjadi bagian terpenting pengembangan di sektor pertanian Lamongan. Pada 2015 ini, pemda menargetkan produksi beras 1 juta ton lebih. Jumlah itu sudah  terlampaui selama satu tahun terakhir ini.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.