Hary Tanoe Ragu Perekonomian Indonesia Bisa Pulih Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hary Tanoesoedibjo.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Hary Tanoesoedibjo. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia Hary Tanoesoedibjo atau Hary mengapresiasi empat paket kebijakan yang diluncurkan pemerintah. Namun, ia sangsi paket kebijakan itu mampu membawa ekonomi Indonesia kembali seperti dulu.

    "Ekonomi Indonesia ini bisa cepat membaik, (tapi) membaik itu bukan berarti pulih seperti dulu karena banyak faktor yang mempengaruhi secara negatif," ujar Hary Tanoe, di Kantor Wakil Presiden, Senin, 19 Oktober 2015.

    Menurut Hary, ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah untuk memulihkan perekonomian dalam negeri. Pertama, kata dia, pemerintah perlu mendatangkan investasi, percepatan belanja pemerintah, dan perlu meningkatkan daya beli masyarakat. "Itu harus dijalankan secepatnya karena Indonesia tidak bisa mengandalkan komoditas sebagai penunjang ekonomi. Sebab, komoditas ditentukan oleh harga dunia sehingga nilainya fluktuatif," kata dia.

    Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi penurunan harga bahan bakar minyak. Namun, hal tersebut harus ditindaklanjuti. "Se‎telah itu harus ada tindak lanjutnya. Juga harus dicatat, peningkatan daya beli itu juga perlu diimbangi dengan antara lain peningkatan pendapatan," kata dia.

    Selanjutnya, kata dia, praktek-praktek pelambatan pertumbuhan perekonomian juga harus segera dipangkas. Arah kebijakan pemerintah sudah benar, tapi implementasi yang harus dikawal.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.