SATU TAHUN JOKOWI-JK, Menteri Tjahjo: Rupiah Kembali Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi tahap kelima dengan walikota seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, 20 Februari 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi tahap kelima dengan walikota seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, 20 Februari 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Manokwari - Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo berharap masyarakat mengerti satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut dia, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla baru bisa bekerja efektif pada Maret dan April lalu setelah Anggapan Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 disahkan. 

    “APBN Perubahan baru disahkan saat itu,” kata Tjahjo di Monokwari, Papua Barat, Senin, 19 Oktober 2015.

    Menurut Tjahjo, setelah anggaran perubahan tersebut disahkan oleh pemerintah dan Dewan perwakilan Rakyat, pemerintah langsung bekerja ekstra. Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla langsung menyusun perencanaan program kerja jangka panjang di setiap kementerian.

    Padahal, waktu itu kondisi ekonomi tengah gonjang-ganjing. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan kondisi seperti itu, Tjahjo mengatakan pemerintah tetap bisa melanjutkan pembangunan. “Akhirnya sekarang rupiah bisa kembali menguat,” katanya.

    Pada Selasa ini, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla memasuki usia satu tahun. Selama satu tahun pemerintahannya, Jokowi-Jusuf Kalla sudah satu kali merombak kabinet.

    Pada Agustus lalu, Jokowi merombak enam posisi menteri, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator bidang Maritim, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Sekretaris Kabinet.

    GANGSAR PARIKESIT

    Baca juga:

    Kalla Mau Evaluasi KPK, Terlalu Banyak Tangkap Orang?
    PDIP Siaga, PAN Diajak Bicara: Ada Reshuffle Kabinet?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.