Kirab dan Sarung Fun Run Digelar Sambut Hari Santri Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo memperlihatkan surat yang menjanjikan tanggal 1 Muharam akan menjadi Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Babussalam, Malang, 27 Juni 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Joko Widodo memperlihatkan surat yang menjanjikan tanggal 1 Muharam akan menjadi Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Babussalam, Malang, 27 Juni 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Sekitar 5 ribu santri Nahdlatul Ulama meramaikan Sarung Fun Run dan Kirab Resolusi Jihad, Minggu 18 Oktober 2015. Kegiatan kirab dan jalan kaki itu dilakukan para santri yang hampir seluruhnya mengenakan sarung, berkemeja putih, dan berkopiah--dan sebagian lainnya mengenakan baju ala pejuang kemerdekaan.

    “Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya tidak akan lepas dari peran resolusi jihad NU," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur, Abdul Halim, dalam sambutan pembukaan Sarung Fun Run dan Kirab Resolusi Jihad di kantor pengurus cabang NU Kota Surabaya di Jalan Bubutan, Surabaya.

    Gus Halim--sapaan Abdul Halim--menjelaskan, acara itu digelar sekaligus untuk memperingati Hari Santri Nasional. Adapun resolusi jihad NU disebutkannya dicetuskan untuk menentang para penjajah di Indonesia, terutama di Surabaya.

    Setelah dilepas, ribuan santri itu berjalan menuju Tugu Pahlawan Surabaya dengan diiringi drumband dan antraksi pencaksilat Pagar Nusa. Mereka juga membawa bendera merah putih dan bendera NU. Mereka lalu disambut Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

    Dari Tugu Pahlawan, kirab akan berlanjut secara estafet melewati berbagai kota di jalur Pantai Utara hingga akhirnya sampai di Tugu Proklamasi Jakarta. “Tepat pada 22 Oktober nanti, ribuan santri akan tiba di Jakarta dan Presiden Joko Widodo akan meresmikan Hari Santri Nasional,” kata dia mengungkapkan.

    Menurut Gus Halim, penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober sangat tepat karena pada tanggal itu merupakan lahirnya resolusi jihad fisibilillah yang difatwakan oleh NU melalui beberapa kiai se-Jawa dan Madura. Menurutnya lagi, melalui fatwa resolusi jihad ini kemudian semangat rakyat Indonesia khususnya Surabaya membara dan tercetuslah perang 10 November.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.