Kasus Suap Hakim PTUN, Jaksa Agung: Saya Siap Diperiksa KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyomengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Januari 2015. Pelaksanaan hukuman mati di Indonesia mendapat sorotan berbagai pihak, termasuk negara lain. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jaksa Agung HM Prasetyomengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Januari 2015. Pelaksanaan hukuman mati di Indonesia mendapat sorotan berbagai pihak, termasuk negara lain. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan kesiapannya jika  dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kasus suap Pengadilan Tinggi Negeri Usaha Negara Medan, Sumatera Utara, yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho. "Saya siap diperiksa jika diminta," kata Prasetyo saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat, 16 Oktober 2015.

    Sejauh ini, Kejagung membantah pernah dihubungi Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella untuk memuluskan langkah Gatot dalam mengusahakan berbagai cara untuk melunakkan Kejaksaan. "Coba tanya sendiri, belum pernah bertemu dengan siapa pun di sini (Kejaksaan Agung)," ucap Prasetyo.

    KPK pernah menyatakan punya rekaman hasil penyadapan pembicaraan perihal kasus itu. Namu, Prasetyo mengaku tidak gentar. Bahkan ia mempersilakan KPK untuk buka rekaman itu. "Kami tidak akan gentar dalam menghadapi kasus seperti itu. Ini jaminan saya. Termasuk isu apa pun yang dikaitkan dengan Kejaksaan," ujar Prasetyo.

    Menurut Prasetyo, kalaupun Jampidsus di Gedung Bundar terlibat sesuatu yang diduga melanggar hukum, pasti sudah akan diperiksa KPK. "KPK tidak perlu diajari. Dia tahu persis apa yang harus dilakukan," tutur Prasetyo.

    Sebelumnya, Patrice Rio Capella sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dianggap telah menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Selain itu, Patrice Rio diduga mengetahui penyuapan yang menyeret Gatot dan Evy.

    Dengan begitu, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi penanganan dana Bantuan Sosial, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal badan usaha milik daerah Sumatera Utara. Mereka adalah Gatot, Evy Susanti, dan Patrice Rio.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.