Pipa Minyak Mentah Bolak-balik Bocor, Warga Resah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minyak mentah dari pipa yang bocor milik GS Caltex Corp terlihat di lepas pantai Yeosu, sekitar 460 km di selatan Seoul, Korea Selatan, Jumat (31/1). REUTERS/Yeosu Maritime Police/Yonhap

    Minyak mentah dari pipa yang bocor milik GS Caltex Corp terlihat di lepas pantai Yeosu, sekitar 460 km di selatan Seoul, Korea Selatan, Jumat (31/1). REUTERS/Yeosu Maritime Police/Yonhap

    TEMPO.CO, Tuban - Camat Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berkirim surat ke bupati setempat terkait kondisi pipa bawah laut milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ). Pipa itu sudah dua kali bocor dan mencemari perairan di sekitarnya, sehingga membuat warga resah.

    "Pipa itu harus ditinjau ulang dan perlu ada kajiannya," kata Camat Palang, Sugeng Winoto, mengungkap isi suratnya, Jumat, 16 Oktober 2015.

    Berdasarkan data yang dimilikinya, Sugeng menyatakan pipa sudah tertanam di bawah laut sejak 1998. Namun dia tidak tahu sejarah perawatan jaringan pipa itu. "Yang jelas sudah ada dua kali kejadian (pipa bocor)," katanya.

    Menurut Sugeng, saat menerima kabar ada tumpahan minyak pada Kamis, 15 Oktober 2015,  dia langsung menyisir daerah pantai mulai dari Desa Tasikmadu hingga Desa Karang Agung sepanjang 8 kilometer. Ia mengakui ada sedikit lapisan tipis minyak di tepi pantai.

    Kondisinya, kata dia menambahkan, tak separah saat terjadi kebocoran atau tumpahan minyak pada 20 Agustus 2015. “Mungkin yang di tengah, sebagaimana laporan nelayan,” ucapnya.

    Sugeng mengatakan masih menunggu laporan dari JOB-PPEJ tentang tumpahan yang terjadi saat ini. Sejauh ini dia hanya mengandalkan informasi dari staf di kantor tiga desa yang perairannya tercemar.

    Pendapat sama diungkap Koordinator Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) kawasan pesisir pantai Tubang-Lamongan, Pembantu Letnan Satu Hahuri. Dia mengatakan pihak JOB-PPEJ belum menjalin kerja sama dengan Kamladu Tuban-Lamongan.

    Areal pengamanan Kamladu meliputi perairan di Tuban sepanjang 60 kilometer. Terutama pengawasan untuk nelayan mulai dari perairan di Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, Tuban Kota, dan Palang. Sedangkan untuk pengawasan pipa bawah laut berlokasi di Desa Karang Agung. Di lokasi ini terdapat dua pipa bawah laut, yaitu milik ExxonMobil Cepu Limited sepanjang sekitar 32 kilometer dan milik JOB-PPEJ sejauh 20,4 kilometer dari bibir pantai.

    External Relation JOB-PPEJ Anna Lisa memang hanya bisa menyebut panjang pipa bawah laut 20,4 kilometer.  Tentang lainnya, dia menjawab, "Kami tanya dahulu ke bagian teknis,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2015.

    Sebelumnya, pipa minyak mentah milik JOB-PPEJ kembali bocor di perairan lepas pantai laut di Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Tuban, Rabu petang, 14 Oktober 2015. Ini adalah kejadian kedua setelah terjadi kebocoran serupa di pipa minyak berukuran 10 inci tersebut, juga di lokasi lepas pantai sekitar 800 meter dari bibir pantai Karang Agung Tuban, Kamis, 20 Agustus 2015.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.