Walhi & Kitabisa.com Galang Dana Beasiswa Anak Salim Kancil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa memegang poster bergambar Salim Kancil saat aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa ini menuntut pemerintah dan kepolisian untuk mengusut tuntas terbunuhnya Salim Kancil. FULLY SYAFI

    Seorang mahasiswa memegang poster bergambar Salim Kancil saat aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa ini menuntut pemerintah dan kepolisian untuk mengusut tuntas terbunuhnya Salim Kancil. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi solidaritas dari netizen untuk Salim Kancil dan Tosan, aktivis lingkungan tambang pasir di Lumajang, terus bergulir. Lewat situs penggalangan dana Kitabisa.com, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) telah mengumpulkan dana lebih dari Rp 42 juta.

    Fuadiyah Kamil, PR & Communication Officer KitaBisa.com mengatakan dana itu terkumpul dari 214 orang donatur. untuk beasiswa anak Salim Kancil dan Tosan. "Inisiatif ini diluncurkan oleh Walhi setelah berkoordinasi dengan Tim Kerja Perempuan dan Tambang," kata Diyah dalam siaran persnya, 14 Oktober 2015.

    Baca juga:
    KPAI: Jangan Ada Saling Dendam Anak Salim Kancil dan Pelaku
    Kasus Salim Kancil, LPSK Akan Siapkan Safe House untuk Saksi

    Menurut dia, aksi solidaritas ini juga digaungkan lewat laman change.org/SalimKancil yang sudah didukung lebih dari 50 ribu tandatangan. Inisiatif penggalangan dana ini muncul setelah insiden pembunuhan terhadap Salim Kancil, warga Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, pada 26 September 2015.

    Semula dana yang ditargetkan adalah sebesar Rp 20 juta, tapi berkat tingginya solidaritas dari netizen total donasi mencapai lebih dari dua kali lipat hingga Rp 42 juta per 12 oktober 2015.

    “Capaian yang luar biasa dan melebihi ekspektasi kami! Solidaritas lintas batas inilah yang menjadikan semangat perjuangan tetap hidup” ujar Voni perwakilan dari Walhi.

    Simak juga:
    Pasca Rusuh, Warga Kristen Singkil Mengungsi ke Luar Aceh
    Koleksi Perhiasan Happy Salma, Inspirasi Novel Pramoedya

    Selanjutnya seluruh dana yang terkumpul akan diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan untuk anak korban Tragedi Lumajang, yaitu Salim Kancil dan Tosan. Almarhum Salim Kancil meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku SMP. Sementara Tosan memiliki  tiga anak, dua di antaranya masih sekolah, satu di SMA dan satu di SD.

    Sementara itu, hingga 13 Oktober 2015,  petisi di change.org/SalimKancil yang berjudul “Pak Badrodin, usut pembunuhan berencana Salim Kancil” sudah didukung lebih dari 50 ribu tanda tangan. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Badrodin Haiti, Pemda Kabupaten Lumajang, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

    Adapun Kitabisa.com  adalah situs penggalangan  dana  untuk  berbagai inisiatif sosial, mulai dari program yayasan/NGO, inisiatif komunitas, gagasan mahasiswa, bantuan bencana alam, hingga patungan untuk pribadi yang membutuhkan.  Sedangkan Change.org adalah wadah petisi online yang terbuka, bagi siapa saja dan di mana saja yang ingin memulai kampanye sosial demi perubahan.

    NIEKE INDRIETTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.