Jadi Presiden GOPAC, Fadli Zon Datangi KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedatangannya ke komisi antirasuah itu untuk mendiskusikan hasil konfrensi Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAK) dengan pemimpin KPK.

    “Saya datang untuk menyampaikan hasil GOPAC terkait pemberantasan korupsi,” kata Fadli di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015.

    Fadli Zon terpilih menjadi Presiden GOPAC pada Kamis pekan lalu. GOPAC merupakan organisasi yang berisi anggota parlemen dari seluruh dunia untuk menentang korupsi. Namun terpilihnya Fadli menuai banyak penolakan karena bersamaan dengan rencana parlemen merevisi Undang-Undang KPK.

    Fadli mengaku akan berkomitmen menguatkan KPK. “Saya akan sampaikan komitmen itu,” katanya. Menurut Fadli, kedatangannya ke KPK karena ingin mendapatkan masukan dari para pemimpin. "Konferensi GOPAC yang kemarin diharapkan nanti ada masukan dan diskusi juga dari pimpinan KPK."

    Dalam Rancangan UU KPK, terdapat pasal-pasal krusial yang bisa melemahkan posisi KPK, seperti KPK hanya berusia 12 tahun. Fadli tak mau banyak berkomentar soal revisi tersebut. Dia mengaku akan menampung dulu masukan terkait revisi tersebut. “Kami akan lihat dulu masukan tentang RUU KPK,” katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.