Pameran Musik Nusantara di Papua Cuma Ditonton 50 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengrajin Gamelan di Jalan Kolonel Masturi, Cimahi, Jawa Barat. (8/4). Alat musik tradisional khas Jawa Barat dari bahan perunggu ini banyak dipesan oleh negara Peru, Italia, Beijing, Jepang dan Malaysia. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pengrajin Gamelan di Jalan Kolonel Masturi, Cimahi, Jawa Barat. (8/4). Alat musik tradisional khas Jawa Barat dari bahan perunggu ini banyak dipesan oleh negara Peru, Italia, Beijing, Jepang dan Malaysia. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Jayapura: Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara 2015 yang digelar di Museum Negeri Provinsi Papua di Expo Waena, Kota Jayapura, kurang menarik perhatian warga.

    Sejak pameran dibuka, Selasa, 6 Oktober 2015 dan hingga Jumat, 9 Oktober 2015, hanya ada 50 pengunjung yang mengisi buku tamu.

    Padahal pameran  terbilang akbar,  karena pesertanya diikuti 24 museum dari seluruh Indonesia. Hanya museum Riau, Aceh dan beberapa provinsi di Sumatera yang absen karena kendala kabut asap.

    “Karena kurang sosialisasi di lapangan dari pelaksana pameran dan pihak museum," kata A. Simanjuntak, staf Museum Negeri Papua yang menjaga pameran.

    Menurut Simanjuntak, tiap museum yang ikut pameran menyertakan 4 hingga 11 alat musik tradisional.  Pengunjung diberi gambaran keberagaman alat musik, fungsinya dalam kehidupan masyarakat  dan teknologi pembuatannya.  Termasuk cara memainkan alat musik tradisional.

    Pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara, Susana Pontoh yakin panitia telah bekerja maksimal. “Mungkin warga sibuk bekerja atau anak sekolah, serta mahasiswa sedang mid semester, makanya sepi pengunjung,” katanya.

    Salah satu pengunjung pameran, Tommy Waimbo mengaku bangga Papua menjadi tuan rumah. "Generasi muda memerlukan pengetahuan berbagai alat musik tradisional, bagaimana cara bermain dan apa fungsinya,” kata Tomy,  mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia Papua.

    Rina mengharapkan pameran menampilkan atraksi menarik dengan memainkan alat-alat musik tradisional dari seluruh Nusantara.  Sehingga kelebihan dan keistimewahan alat musik tradisional, katanya pengunjung, tetap bisa dinikmati.

    CUNDING LEVI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.