Pengusaha Ini Diduga Penyandang Dana Tambang Pasir Ilegal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Anton Setiadji berbicara didepan jurnalis saat saat menunjukkan puluhan tersangka aksi kekerasan terhadap aktivis petani penolak tambang jurnalis di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, 30 September 2015. Sebanyak 22 pelaku penganiayaan ditetapkan menjadi tersangka. FULLY SYAFI

    Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji berbicara didepan jurnalis saat saat menunjukkan puluhan tersangka aksi kekerasan terhadap aktivis petani penolak tambang jurnalis di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, 30 September 2015. Sebanyak 22 pelaku penganiayaan ditetapkan menjadi tersangka. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap dua tersangka, salah satunya berinisial R yang berprofesi sebagai pengusaha dalam kasus penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Tersangka diduga sebagai penyandang dana. Pihak Polda masih merahasiakan identitas lengkap kedua tersangka. Namun R disebut merupakan warga asli Lumajang.

    “Tersangka baru (R) ini terkait dengan penambangan ilegal, belum ada kaitannya dengan pembunuhan. Tapi penyidik masih terus melakukan pengembangan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji, Kamis, 5 Oktober 2015.

    Namun, pengacara tersangka, Suryono Pane, mengungkapkan bahwa pengusaha yang ditangkap adalah kliennya. Inisial R adalah Reza Hardi. Sedangkan seorang tersangka lainnya adalah Khusnul Rofik, anak buah Reza. Menurut Suryono, keduanya kini telah ditahan di Polda Jawa Timur.

    Reza merupakan pengusaha yang menyewakan alat berat. Kantornya berada di Jrebeng Kidul, Wonoasih, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan, Khusnul Rofik merupakan teknisi alat berat. Berbeda dengan keterangan Kapolda, Suryono menjelaskan Reza Hardi merupakan warga asli Surabaya, sementara Khusnul Rofik tinggal di Sidoarjo.

    Selain sebagai penyandang dana, polisi juga menyebut R sebagai pihak yang menerima pasir hasil penambangan yang dilakukan secara ilegal tersebut. Pada saat yang sama, Polda Jawa Timur juga memeriksa sejumlah polisi yang diduga menerima uang dari hasil kegiatan penambangan ilegal yang belakangan menjadi perhatian publik tersebut.

    Sebelumnya, penambangan pasir ilegal di Lumajang ditolak warga setempat. Penolakan ini berujung pada penganiayaan dan pembunuhan aktivis antitambang, Salim Kancil. Sedangkan rekannya, Tosan, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang, karena mengalami luka serius setelah dianiaya.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.