Siti Nurbaya: Tuntutan Asosiasi Cina-Malaysia Tak Relevan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktber 2015. Kabut asap diakibatkan dari kebakaran lahan dan hutan. ANTARA FOTO

    Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktber 2015. Kabut asap diakibatkan dari kebakaran lahan dan hutan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menilai tuntutan kompensasi akibat kabut asap yang dilontarkan Asosiasi Cina-Malaysia tak relevan. "Mereka sebenarnya harus tahu juga kalau di tempatnya pencemaran udara juga turun naik," kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 5 Oktober 2015.

    Siti Nurbaya mengatakan sampai saat ini belum ada surat protes resmi dari pemerintah maupun organisasi di negara tetangga. Menurut dia, seharusnya negara-negara yang tergabung dalam ASEAN Agreementon Transboundary Haze Pollution mengedepankan solidaritas.

    Sebelumnya, Asosiasi Cina-Malaysia (MCA) di Penang telah menyerukan pemerintah Malaysia agar meminta pemerintah Indonesia memberikan kompensasi kepada Malaysia atas kerugian akibat kabut asap. Menurut MCA sektor bisnis di Malaysia turun hingga 30 persen. Mereka mengutuk pemerintah yang tak juga menyelesaikan masalah kabut asap.

    TIKA PRIMANDARI

    Baca juga:
    G30S: Alasan Intel Amerika Incar Sukarno, Dukung Suharto
    G30S:Kisah DiplomatAS  Pembuat Daftar Nama Target yang Dihabisi!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.