Aviastar Hilang, Badan SAR Nasional Tambah Personel Pencari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM yang hilang kontak menunggu kabar di Crisis Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, 3 Oktober 2015. TEMPO/ Iqbal Lubis

    Keluarga korban pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM yang hilang kontak menunggu kabar di Crisis Center Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, 3 Oktober 2015. TEMPO/ Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan SAR Nasional melipatgandakan kekuatan tim pencari pesawat Aviastar yang hilang sejak Jumat, 2 Oktober 2015. Personel tim gabungan kini menjadi 299 orang dari sebelumnya 125 orang.

    "Tambahan personel dari potensi SAR," ucap Deputi Bidang Operasional Basarnas Heronimus Guru, Ahad, 4 Oktober 2015.

    Heronimus mengatakan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo hingga saat ini juga masih terus berada di lapangan.

    Menurut Heronimus, titik pencarian hari ini akan difokuskan pada sektor VI, yaitu daerah Suli, Siwa. Basarnas membagi area pencarian menjadi enam sektor di sepanjang rute Masamba-Makasar.

    Pesawat Aviastar diketahui hilang kontak sebelas menit setelah takeoff dari Bandara Andi Djemma pada Jumat lalu sekitar pukul 14.25 wita. Tim SAR gabungan memulai pencarian lantaran pesawat tak kunjung tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sesuai dengan jadwal pada pukul 15.39 wita.

    Pesawat Twin Otter DHC-6 bernomor register PKBMR2 ini membawa sepuluh orang yang terdiri atas tujuh penumpang dan tiga kru. Sebelum dinyatakan hilang, pilot pesawat sempat dua kali menghubungi menara kontrol di Makassar.

    Adapun tim pencari pesawat Aviastar DHC-6-300 Twin Otter Aviastar rute Masamba-Makassar terdiri atas Basarnas Makassar, SAR UNM, Paskhas TNI Angkatan Udara, Otoritas Bandara Andi Djemma, Makassar Rescue, SAR Antariksa, SAR Pinrang, Dompet Dhuafa, BPBD Luwu Utara, PMI Luwu Utara, Orari, Puskesmas Masamba, Kepolisian Resor Luwu Utara, Kodim 1403, RSUD Andi Djemma, Basarnas Palu, dan LPBS Andi Djemma.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.