Ayah-Ibu Korban Tragedi Mina, Bagaimana Nasib Sang Buah Hati?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jamaah Haji, berbondong-bong mendatangi Mina untuk melakukan lempar Jumrah, yang merupakan rangkaian dari ibadah Haji di Mina, Mekkah, 4 Oktober 2014. REUTERS

    Sejumlah jamaah Haji, berbondong-bong mendatangi Mina untuk melakukan lempar Jumrah, yang merupakan rangkaian dari ibadah Haji di Mina, Mekkah, 4 Oktober 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Depok- Air mata Sohimin tak terbendung mengingat kenangan sebelum majikannya berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah, Arab Saudi, Senin, 13 September 2015. Sohimin merupakan salah satu dari empat karyawan toko plastik milik majikannya, Dikdik M. Tasdik, dan istrinya, Ira Kusmita, yang menjadi korban tragedi Mina, Kamis, pekan lalu.

    Sebelum kedua majikannya berangkat haji, pria berusia 32 tahun ini diamanatkan menjaga tiga anak pasangan suami-istri tersebut dan toko plastik selama kepergian mereka ke Tanah Suci. Bahkan, tiga hari sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, majikannya sempat mengumpulkan empat karyawannya. "Saya dapat kabar dari Banjar, dari orang tuanya bahwa Ustad Dikdik dan istrinya menjadi korban," kata Sohimin, Sabtu, 27 September 2015.

    Ia mengatakan kabar duka meninggalnya Dikdik dan istri, Ira Kusmira, berdasarkan informasi yang diberikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Persatuan Islam (Persis) di Arab Saudi ke keluarga besar E.E. Rohaini di Banjar Patroman, Jawa Barat, Jumat, pekan lalu. Total ada tujuh calon jemaah haji dari keluarga E.E. Rohaini, yakni Ati Royani, Atang Gumawang, Ima Rismawati, Irfan Firdaus, Siska Nur Annisa, Dikdik M. Tasdik, Ira Kusmira, berangkat di kelompok terbang (kloter) 61 dari Bekasi, 13 September 2015.

    Ia menuturkan selain Dikdik, korban tragedi Mina yang tewas, yakni Atang Gumawang dan istrinya. Atang meninggal di pangkuan adiknya, Irfan Firdaus. Total yang dipastikan tewas dari keluarga E.E. Rohaini ada empat orang. "Itu informasi yang diberikan KBIH Persis," ucapnya.

    Meski begitu, pihak keluarga masih menunggu informasi dari pemerintah. Soalnya, kata dia, data korban tewas tragedi Mina masih simpang siur. "Masih menunggu kabar," ucapnya.

    Yenyen Apriani, 18 tahun, karyawan Dikdik, mengatakan sepekan sebelum berangkat haji, majikannya mengajak anak-anaknya bersama karyawannya berlibur Taman Bunga dan Elrimba My Garden di Bogor. Saat itu, Dikdik dan Ira, juga menitipkan anaknya kepada dia dan neneknya.

    "Saya diajak liburan. Saat itu Bu Ira menitipkan anak-anaknya agar dijaga. Bu Ira berpesan takut enggak pulang," ucapnya.

    Susi Lestari, 36 tahun, sahabat Ira, mengatakan sahabatnya itu ingin mengadakan pengajian di rumahnya. Pengajian itu, kata dia, diucapkan Ira sebagai pengajian terakhir. "Saat itu Ira ngajak mengadakan pengajian. Ira bilang itu pengajian terakhirnya," ujarnya.

    Ia mengatakan keluarga Dikdik, memang dipastikan tewas dari KBIH Persis di Arab. Tapi, dia masih mau menunggu informasi resmi dari pemerintah atas nasib sahabatnya itu. "Terakhir kontak Rabu sebelum kejadian sama Ira," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.