TRAGEDI MINA: Ketua DPR Jenguk Korban Jemaah Haji Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para jemaah haji melihat jemaah lainnya yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. AP

    Para jemaah haji melihat jemaah lainnya yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dan Wakilnya Fadli Zon serta Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini menjenguk sejumlah jemaah haji Indonesia yang menjadi korban desak-desakkan di Mina. Setya bertemu beberapa pasien yang terluka karena terinjak-injak saat lempar jumrah, Kamis, 24 September 2015.

    "Tanpa seizin protokoler Kerajaan Arab Saudi, kami langsung mendatangi lokasi insiden dan beberapa rumah sakit, untuk mengecek jemaah haji asal Indonesia," kata Setya, dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Jumat, 25 September 2015.

    Tim Pengawas Haji DPR itu, misalnya, bertemu dengan Namin Selamat dari kloter 62, Cuyinah Matab, Soeritno Wati asal Nganjuk dari kloter 56, dan Sukarmin dari kloter 1 Lombok Barat, serta jemaah lain. "Selain menjadi korban insiden Mina, beberapa jemaah juga dirawat karena menderita dehidrasi dan diare saat mengikuti rangkaian ibadah haji," kata Setya.

    Namun, Setya tak menjelaskan rumah sakit mana yang dikunjunginya. Mayoritas jemaah yang terluka dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Arab Saudi, Al-Jisr, di Mina dan di RS An-Nur, Mekah.

    Setya berharap pemerintah Arab Saudi serius menangani dan mencari penyebab terjadinya insiden ini.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.