Buyung Nasution Bukan Lawyer, Tapi Pejuang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Nita Dian

    Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Arief Rachman, Adnan Buyung Nasution adalah pejuang, bukan lawyer. Hal ini dikatakan Arief atas meninggalnya Buyung Nasution pada Rabu, 23 September 2015. Arief mendengar kabar meninggalnya Adnan dari istrinya jam 11.30 WIB siang ini.

    Arief mengenal almarhum Adnan saat perjuangan tahun 1966. Adnan waktu itu berjuang bersama mahasiswa menumbangkan orde lama. "Adnan sangat konsisten dalam perjuangan perjuangan membela keadilan," ujar tokoh pendidikan yang juga mantan kepala SMA Labschool, Rawamangun, Jakarta ini.

    Arief menambahkan bahwa profesi pengacara merupakan profesi yang dilematis. Tetapi selama Arief mengikuti periode Adnan Buyung saat menjadi pengacara, Adnan selalu mengikuti apa yang benar baginya dan sudah menjadi karakter bang buyung.

    "Bang buyung bukanlah orang berwajah banyak atau mengejar popularitas, dia konsisten dengan perjuanganya menegakan keadilan dan kebenaran melalui ilmu hukum," ujar Arief.

    ARIEF HIDAYAT



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.