Satelit Pantau 284 Titik Panas di Sumatera, Ini Sebarannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja memperbaiki pembatas jalan ketika kabut asap pekat menyelimuti Kabupaten Siak, Riau, 15 September 2015. ANTARA/FB Anggoro

    Sejumlah pekerja memperbaiki pembatas jalan ketika kabut asap pekat menyelimuti Kabupaten Siak, Riau, 15 September 2015. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan satelit Tera dan Aqua terus memantau perluasan titik panas setelah sempat menyusut beberapa hari lalu. Satelit memantau 284 di wilayah Sumatera. Riau menjadi daerah titik panas terbanyak, mencapai 139 titik.

    "Titik panas terpantau pukul 07.00," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, Senin, 21 September 2015.

    Menurut Sugarin, titik panas juga terdapat di enam daerah lain, yakni Sumatera Selatan 92 titik, Lampung 18 titik, Jambi 19 titik, Bangka Belitung 11 titik, Sumatera Utara tiga titik, dan Sumatera Barat dua titik. Sedangkan untuk wilayah Riau, titik api tersebar di tujuh kabupaten/kota, yaitu Pelalawan 84 titik, Indragiri Hulu 11 titik, Bengkalis 14 titik, Kampar 10 titik, Indragiri Hilir 7 titik, Rokan Hilir 2 titik, dan Meranti 1 titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 88 titik," ujar Sugarin.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, wilayah Riau cerah berawan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan disertai petir terjadi pada malam, sementara pagi dan dinihari tidak merata di Riau bagian barat, tengah, dan utara. "Temperatur maksimum 31,0-33,5 derajat Celsius," tuturnya.

    Meski ditemukan penambahan titik api, kualitas udara di Riau cenderung membaik dari hari sebelumnya. Jarak pandang berada di atas ambang batas, seperti Pelalawan 2.000 titik, Dumai 2.000 titik, Rengat 3.000 titik, dan Pekanbaru 1.000 titik.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.