Risma-Whisnu Siapkan Strategi Kampanye Out of The Box  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Cawali Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana diarak ratusan massa PDI Perjuangan menggunakan becak menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur, 26 Juli 2015. Menuju KPU Surabaya, Risma-Wisnu guna mendaftarkan diri mereka sebagai calon walikota dan wakil walikota Surabaya. FULLY SYAFI

    Pasangan Cawali Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana diarak ratusan massa PDI Perjuangan menggunakan becak menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur, 26 Juli 2015. Menuju KPU Surabaya, Risma-Wisnu guna mendaftarkan diri mereka sebagai calon walikota dan wakil walikota Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Tim kampanye pasangan calon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana, menjanjikan strategi kampanye yang berbeda. Mereka akan memanfaatkan popularitas Risma yang tinggi sebagai senjata ampuh.

    "Bagaimana positioning-nya akan berbeda, menarik, dan out of the box,” kata juru bicara tim pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, dalam jumpa pers di Hotel Sahid, Surabaya, Minggu, 20 September 2015.

    Didik mengungkap itu usai rapat perdana pemenangan pemilu yang dilakukan kubu pasangan inkumben itu. Sebanyak 40 orang anggota tim kampanye terungkap akan berada di belakang Risma-Whisnu.

    “Kami saling diskusi, disosialisasikan kapan deadline pembentukan saksi dan tim kampanye hingga tingkat TPS,” ujar Didik.

    Didik baru sebatas melansir foto yang akan digunakan pada surat suara pasangan calon itu. Dalam foto tersebut, Risma-Wishnu tampak mengenakan baju putih dengan bendera Merah Putih tersemat di bagian dada dan juga menjadi latar belakang foto.

    Risma sendiri, yang telah menjadi kader PDIP, menolak berkomentar ihwal strategi dan persiapan kampanyenya itu. “Tim sukses sudah merencanakan dengan baik, nanti tim sukses yang akan cerita,” ujarnya.

    Sejauh ini Risma-Whisnu masih terdaftar sebagai pasangan tunggal. Calon lawan mereka yang terbaru, Rasiyo-Lucy Kurniasari, baru akan memasuki tahap penetapan pada 24 September 2015. Kubu penantang ini didukung koalisi Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.