Pengganti Puan di DPR, PDIP Belum Dapat Sinyal dari Darmawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya Puan Maharani saat penutupan Kongres IV PDI Perjuangan, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, 11 April 2015. Kongres IV PDI-P ditutup dengan pembacaan rekomendasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh pengurus PDI-P di semua daerah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya Puan Maharani saat penutupan Kongres IV PDI Perjuangan, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, 11 April 2015. Kongres IV PDI-P ditutup dengan pembacaan rekomendasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh pengurus PDI-P di semua daerah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Olly Dondokambey mengatakan partainya masih menanyakan keputusan Darmawan Prasodjo, yang digadang-gadang menjadi calon pengganti Puan Maharani di DPR. Saat ini Darmawan menjabat Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Prioritas Kantor Staf Kepresidenan.

    "Makanya kami lagi berproses, sementara Dewan Pimpinan Pusat PDIP lagi rapat dalam rangka mencari pengganti. Bukan karena enggak mau diganti," ucap Olly dalam konferensi pers seusai pembukaan rapat kerja Fraksi PDIP di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Jalan Diponegoro, Kamis, 17 September 2015.

    Dia menjelaskan, sampai hari ini, Fraksi PDIP belum menerima perintah dari Dewan Pimpinan Pusat tentang pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, dan Puan.

    Ketiganya, ujar dia, sementara dalam proses penentuan PAW. Di KPU, Darmawan memiliki suara di bawah Puan. Namun, jika Darmawan tak bersedia, partai akan meninjau sembilan nama lain di bawah nama Darmawan. "Kami lagi menanyakan ke Pak Darmo (Darmawan), apa dia mau berhenti di sana (Kantor Staf Kepresidenan) atau tetap," tutur Olly. Partai, kata dia, memberi kesempatan kepada Darmawan untuk memilih jabatan ini. "Keinginan kita, dia (Darmawan) yang mengganti Puan, karena dia memiliki kualitas yang baik."

    Menurut Olly, lambatnya proses PAW bagi tiga menteri ini karena DPR sedang sibuk dengan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia saat Puan menjadi menteri. Juga soal DPR tandingan yang baru selesai Maret lalu. "Jadi tidak fokus pada PAW," ujarnya. PAW ini, ucap dia, dalam beberapa hal tidak begitu penting. "Dan kita juga harus mencari orang yang pas."

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.