Bertemu Jokowi, OKI Dukung Gagasan Wujudkan Islam Rahmatan Lil'Alamin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menlu RI, Retno LP Marsudi, beri keterangan pers terkait eksekusi mati dua warga negara Australia, di Kantor Kemenlu, Jakarta, 17 Februari 2015. Selain protes dari pemerintah Australia, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengecam eksekusi mati tersebut, namun pemerintah Indonesia tetap pada apa yang telah ditetapkan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendukung langkah Indonesia yang berinisiatif membentuk contact group untuk menyuarakan Rahmatan lil Alamin. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal OKI TN Iyad Madani di Jeddah, siang waktu setempat.

    "Indonesia mengapresiasi dukungan OKI untuk mendirikan contact group menyuarakan Islam Rahmatan lil 'Alamin," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Jeddah, Sabtu, 12 September 2015.

    Retno mengatakan ide mengenai contact group untuk menyuarakan Islam sebagai Rahmatan Lil 'Alamin muncul pertama kali dari Presiden Jokowi saat Konferensi Asia Afrika pada April lalu. Saat itu, Presiden menyampaikan kekhawatirannya mengenai konflik yang terjadi di mana-mana. "Presiden mengusulkan berdirinya satu contact group dalam OKI yang menyuarakan Islam sebagai Rahmatan Lil 'Alamin."

    Pembahasan itu kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan yang digelar Sabtu ini antara Presiden dan Sekjen OKI. "Sekjen OKI sangat mendukung gagasan ini," ujar Retno.

    Dalam pertemuan itu, Sekjen OKI juga memuji Indonesia atas peran aktifnya di dalam organisasi tersebut. "Indonesia merupakan contoh di mana demokrasi dan Islam dapat berjalan bersama," tutur Retno.

    Sekjen OKI juga sempat mengundang Presiden untuk hadir dalam tiga KTT yang akan dilakukan secara berturut. Pertama, KTT bertemakan sains dan teknologi pada November 2015, KTT mengenai masalah Palestina pada Januari 2016, dan KTT Reguler dari OKI pada April 2016.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.