Mega Disebut Terkait Kasus Haji, Puan Bantah, SDA Ada Fakta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya Puan Maharani, berkeliling melihat ruangan kantor baru di Jalan Diponegoro No.58, Jakarta, 1 Juni 2015. Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 meletus kantor tersebut direbut oleh massa pendukung PDI versi Kongres Medan, Soerjadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya Puan Maharani, berkeliling melihat ruangan kantor baru di Jalan Diponegoro No.58, Jakarta, 1 Juni 2015. Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 meletus kantor tersebut direbut oleh massa pendukung PDI versi Kongres Medan, Soerjadi. TEMPO/Imam Sukamto


    Puan justru meminta wartawan menanyakan tuduhan Surya ini ke Komisi Haji DPR. "Coba tanya lagi ke Pak SDA atau Komisi VIII. Saya tidak tahu," kata Puan, yang juga putri ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

    Sebelumnya, dalan sidang pembelaannya, Suryadharma tak merasa pembagian kuota haji itu sebagai sebuah kesalahan. "Tidak ada satu pun calon jemaah haji yang haknya dirampas dan ini tidak menggunakan keuangan negara," ucap dia.

    Surya yakin penggunaan sisa kuota yang tak terserap itu sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 dan Peraturan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Nomor D/741 A tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Sisa Kuota Nasional.

    Selain itu, dia menambahkan, Kedutaan Besar Saudi Arabia memang menyediakan sejumlah kuota khusus yang bisa diakses oleh kementerian dan lembaga demi menjaga hubungan baik pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia.

    Persidangan Suryadharma di Pengadilan Tipikor memasuki tahap pembacaan eksepsi. Surya menolak dakwaan jaksa pada dirinya. Dalam dakwaan jaksa, Surya disebut mendapat keuntungan Rp 1,8 miliar dari penyelenggaraan ibadah haji. Dia juga dituding mengutak-atik kuota haji untuk diberikan pada orang-orang dekatnya.

    Jaksa menduga keuangan negara rugi hingga Rp 27 miliar dan 17,9 juta rial akibat perbuatan Suryadharma. Angka itu didapat dari dua laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tertanggal 5 Agustus 2015.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA | PUTRI ADITYOWATI

    Artikel Menarik:
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?
    Inilah yang Terjadi Di Balik Pertemuan Novanto-Trump


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.