WADUK JATIGEDE: Ada 3 Situs Keramat yang Ikut Tenggelam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Waduk Jatigede yang belum tergenang air di Sumedang, 1 Agustus 2015. Penggenangan waduk yang direncanakan akan dilakukan pada 1 Agustus 2015 akhirnya ditunda karena proses pembayaran dana ganti rugi kepada warga yang bermukim di area genangan tersebut belum selesai, yakni baru sekitar 3.000 bidang tanah yang sudah terbayar dari sekitar 11.000. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Foto udara Waduk Jatigede yang belum tergenang air di Sumedang, 1 Agustus 2015. Penggenangan waduk yang direncanakan akan dilakukan pada 1 Agustus 2015 akhirnya ditunda karena proses pembayaran dana ganti rugi kepada warga yang bermukim di area genangan tersebut belum selesai, yakni baru sekitar 3.000 bidang tanah yang sudah terbayar dari sekitar 11.000. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bandung -Tiga situs yang dikeramatkan warga Sumedang akan ditenggelamkan dalam proyek Waduk Jatigede. “Keinginan ahli waris dan keturunannya tidak ingin elemen-elemennya dipisahkan dengan kawasannya, dalam arti dipersilahkan untuk di airi,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Nunung Sobari di Bandung, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Situs yang dimaksudnya dalam Waduk Jatigde adalah sejumlah makam keramat yang berada dalam kawasan Situs Cipeueut di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Sumedang. Tiga makam utama ada dalam Situs Ciepueeut itu yakni Makam Prabu Guru Aji Putih, Makam Ratu Inten Dewi Nawang Wulan, serta Makam Sanghyang Resi Agung. Tiga tokoh itu dipercaya warga Sumedang sebagai cikal bakal pendiri Kerajaan Sumedang Larang.

    Nunung mengatakan, pemerintah tengah menimbang rencana menyiapkan penanda yang bisa terlihat di atas genangan Waduk Jatigede untuk tiga makam tokoh yang dikeramatkan warga tersebut. “Kami akan membuat katakanlah beton untuk dikaitkan sebuah penanda,” kata dia.

    Menurut Nunung, penanda itu akan menjadi petunjuk lokasi tiga makam tokoh tersebut. Penanda itu rencananya menjadi “situs terapung” yang menjadi penanda bagi warga yang masih berniat melanjutkan kebiasaan berziarah ke situs tersebut.

    Seluruhnya terdapat 48 situs di kawasan genangan Waduk Jatigede. Tiga belas yang belum dipindahkan, termasuk tiga makam tokoh yang dipercaya sebagai cikal bakal pendiri Kerajaan Sumedanglarang.

    Sepuluh situs yang tersisa akan direlokasi. “Pengertian relokasi itu bukan kawasan yang dipindahkan, site tidak bisa dipindahkan, tapi elemen-elemen situsnya seperti batu atau apa yagn menjadi elemen situs tersebut,” kata dia. Termasuk di dalamnya Situs Tanjungsari dan Astanagede.

    Nunung mengatakan, proses pemindahan 12 situs itu masih menunggu kepastian lokasi baru. “Sudah kelihatan arah minta dari turunan pemilik situs, setelah mendapat domisili baru, tempat baru, situs-situs itu akan dibawa ke sana. Tapi penanganannya melalui cara-cara kecagar-budayaan,” kata dia.

    Tim ahli yang terdiri dari arkeolog, ahli teknis arkeologis, dengan melibatkan warga akan mengerjakan pemindahan situs tersebut. Nunung mengatakan, pemerintah menyediakan dana Rp 3 miliar untuk pemindahan situs tersebut.

    Dua lokasi sudah dipersiapkan pemerintah untuk lokasi baru sepuluh situs tersebut yakni di Tanisi dan Batununggal, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Sumedang. “Tata cara pemindahannya tidak sembarangan, ada pengukuran, foto dan lain sebagainya. Kita juga mengikuti kepercayaan mereka , ada ritualnya,” kata Nunung.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, persoalan situs yang tersisa di lokasi gedangan Waduk Jatigede sudah tuntas. “Urusannya beres,” kata dia di Bandung, Rabu, 26 Agustus 2015.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.