Dua Hari Dibuka, Situs Resmi Revolusi Mental Tak Bisa Diakses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru dua hari dibuka, situs Revolusi Mental, www.revolusimental.go.id, tak bisa diakses. Situs yang diluncurkan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani itu tak bisa diakses publik karena server yang melebihi kapasitas.

    "Mohon Maaf. Karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, server mengalami overload. Untuk itu, kami sedang dalam proses upgrade server. Salam revolusi mental!" tulis administrator dalam laman tersebut, Rabu, 26 Agustus 2015.Tak ada penjelasan lain atau kolom kritik dalam halaman berlatar belakang biru itu.

    Senin, 24 Agustus 2015, Puan dengan bangga meluncurkan situs penampil program andalan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla itu di kantornya. Situs sejatinya dipakai untuk menunjukkan cara dan perilaku yang mendukung revolusi mental yang didengungkan Jokowi sejak kampanye tahun lalu.

    "Menyajikan update tentang keteladanan hidup seseorang dengan revolusi mental agar bisa mempersuasi masyarakat yang lain supaya ikut dalam gerakan revolusi mental," kata Haswan Yunaz, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan saat peluncuran.

    Rencananya, situs juga bakal memuat perangkat hukum, model keteladanan, dan opini tokoh masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam program perubahan tempo cepat ini. Pada awal peluncuran, situs tersebut menayangkan kutipan-kutipan kata bijak dari proklamator Sukarno, Presiden Jokowi, dan Menteri Puan Maharani. Tata letaknya cukup sederhana dengan dominasi warna merah sebagai latar belakang.

    Kementerian tidak menjelaskan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun situs itu. Namun, pada Februari lalu, Puan mengajukan anggaran tambahan ke Dewan Perwakilan Rakyat sebesar Rp 149 miliar untuk program Revolusi Mental.

    Kemudian, pada medio Juni 2015, Puan menganggarkan Rp 572 miliar untuk kementeriannya. Anggaran tersebut terdiri atas Rp 151 miliar untuk kebutuhan teknis rutin dan Rp 421 diperuntukkan buat mendukung 13 program utama Kementerian. "Salah satunya adalah pematangan program Revolusi Mental," ujar Puan.

    PUTRI ADITYOWATI | BIMA SANDRIA | ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.