Status Gunung Raung Turun, Bandara Jember Stop Kirim Foto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik  di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jember - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status aktivitas Gunung Raung dari Siaga menjadi Waspada. Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Noto Hadinegoro, Kabupaten Jember, Edi Purnomo, mengatakan pihaknya sudah mengetahui ihwal turunnya status Raung dari Siaga menjadi Waspada.

    Edi mengatakan hal tersebut berarti Bandara Jember sudah beroperasi secara normal. Kewajiban untuk melaporkan setiap situasi bandara ketika status masih Siaga tidak lagi dilakukan. "Kami sudah tidak diminta mengirimkan foto debu lagi untuk sementara," kata Edi, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Selama status Siaga ditambah aktivitas vulkanis Raung yang selalu menyemburkan abu, Bandara Jember sering terdampak abu, sehingga harus ditutup. Namun saat ini aktivitas vulkanis Raung turun, sehingga statusnya diturunkan menjadi Siaga. Situasi di bandara pun normal. "Normal operation untuk Bandara Jember," kata Edi.

    Ihwal turunnya status Raung ini juga dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triyatmoko. Dia mengatakan status Raung turun sejak Senin kemarin, 24 Agustus 2015 sekitar pukul 15.00 WIB. "Status Raung turun menjadi waspada sejak Senin kemarin," kata Kukuh dihubungi Tempo, Selasa, 25 Agustus 2015.

    Dia mengatakan secara resmi pemberitahuan ke Pemerintah Kabupaten Bondowoso dari PVMBG belum ada. "Kami belum menerima pemberitahuan secara resmi," kata Kukuh.

    Dengan diturunkannya status Raung ini, kata dia, aktivitas kesiagaan juga akan dinormalisasi. "Semua akan dinormalisasi setelah ada pemberitahuan resmi," ujarnya.

    Normalisasi tersebut, kata Kukuh, seperti penarikan tenda, dapur umum, serta wc umum. Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas Gunung Raung dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III), Senin, 29 Juni 2015 pada pukul 09.00 WIB.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.