Calon Dokter Usia 14 Tahun di UGM: Dia Bisa Gagal Jika...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aldo Meyolla Geraldino, mahasiswa termuda di Fakultas Kedokteran UGM. Foto: Hand Wahyu

    Aldo Meyolla Geraldino, mahasiswa termuda di Fakultas Kedokteran UGM. Foto: Hand Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar pendidikan Arief Rachman mengatakan bahwa Universitas Gajah Mada dan Universitas Padjajaran mesti hati-hati dalam memperlakukan mahasiswa dengan usia di bawah rata-rata. Begitu pula para dosen harus pandai memperlakukan mahasiswa usia muda seperti Aldo Meyolla Geraldino dan Rinaldi Wilopo.

    "Jika perlakuan tidak tepat, maka prestasi mereka bisa berada di bawah standar intelektualnya," dia saat dihubungi Tempo, Sabtu 22 Agustus 2015. (Lihat Video Usia 14 Tahun Aldo Sudah Menjadi Mahasiswa Kedokteran )

    Meski begitu, menurut Arief, Aldo dan Rinaldi adalah bocah yang istimewa secara kognisi. "Mereka saya prediksi tak bakal menemui kesulitan berarti saat mendalami materi kuliah," kata Arief.

    Alasan dia, Aldo dan Rinaldi sudah terbiasa menjumpai materi pelajaran dengan tingkat kesulitan di atas batas usianya. Hal itu sebagai imbas mereka berproses di kelas akselerasi. "Jangan dipandang remeh hanya karena bergaul dengan rekan-rekan yang usianya jauh di atas mereka."

    Sosok Aldo mencuri perhatian masyarakat belakangan ini. Bocah 14 tahun itu menyandang predikat mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Umurnya baru 14 tahun lebih 7 bulan dan 29 hari saat mengikuti orientasi mahasiswa. Jurusan yang digeluti mahasiswa asal Surakarta itu pun sangat bergengsi: Fakultas Kedokteran.

    Begitu pula Rinaldi, umurnya baru 15 tahun lebih 1 bulan dan 8 hari saat masuk di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran, Bandung. Aldo dan Rinaldi mencapai status mahasiswa termuda melalui jalur akselerasi.

    RAYMUNDUS RIKANG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.