Terjerat Korupsi, Bareskrim Periksa Lagi Stadion Gedebage

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Stadion Gedebage terancam tidak bisa digunakan karena konstruksi stadion tersebut amblas akibat dari kontur tanah yang basah. TEMPO/Prima Mulia

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Stadion Gedebage terancam tidak bisa digunakan karena konstruksi stadion tersebut amblas akibat dari kontur tanah yang basah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Tim penyidik Badan Reserse Kriminal Polri kembali melakukan pengecekan terhadap bangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis, 20 Agustus 2015. Hal tersebut dilakukan untuk melanjutkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek arena olahraga senilai Rp 1,1 triliun itu.

    "Intinya sekarang untuk penuntasan kasus aja. Mengambil sampling-sampling terhadap gedung dan bangunan. Untuk menambah proses penyidikan. Supaya clear semuanya," ujar Kepala penyidik Bareskrim AKBP Rosmaynda kepada wartawan di Stadion GBLA, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Kendati demikian, ia belum bisa memberi tahu ihwal hasil penyidikan yang telah dilakukan oleh tim ahli dari Bareskrim. Ia mengatakan, sampling-sampling yang dibawa kembali akan dibawa ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut. "Sampai saat ini belum ada hasil, nanti kami sampaikan," ujar dia.

    Tim penyidik Bareskrim tiba di stadion GBLA sekitar pukul 10.00. Hingga pukul 17.00 rombongan penyidik yang berjumlah lebih dari 15 orang belum juga keluar. Salah satu petugas keamanan stadion mengatakan, rombongan penyidik tersebut melakukan pengecekan ke setiap sudut stadion dan melakukan rapat di sebuah ruangan di dalam stadion.

    Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso--di media kerap disebut sebagai "Buwas"--sudah dua kali mendatangi stadion yang terletak di ujung timur Kota Bandung itu. Buwas menyampaikan stadion tetsebut belum laik untuk digunakan pada event besar, karena hasil penyidikan tim ahli mengatakan ada sejumlah kerusakan di sejumlah titik bangunan stadion.

    Kasus dugaan korupsi Stadion GLBA mengemuka setelah Kepolisian RI menetapkan salah satu pejabat Pemerintah Kota Bandung sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan stadion itu. Stadion yang memakan biaya sebesar Rp 1,1 triliun tersebut diduga mengalami gagal konstruksi setelah ditemukan beberapa titik mengalami ambles.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.