Dihadiri KMP, Prabowo Gelar Upacara Kemerdekaan di Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, memeriksa barisan dengan berkuda dalam hut ke 6 dan kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta (23/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, memeriksa barisan dengan berkuda dalam hut ke 6 dan kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta (23/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 di Lapangan Polo Nusantara Club, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Agustus 2015.

    Upacara tersebut dihadiri para petinggi Koalisi Merah Putih dan sekitar 4.000 kader Gerindra se-Indonesia. Prabowo, yang memakai kemeja putih, celana krem, dan peci hitam, menunggang kuda berwarna cokelat saat melakukan inspeksi upacara.

    "Anggota legislatif Gerindra se-Indonesia, baik DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, maupun DPR RI, hadir dalam upacara detik-detik proklamasi," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan di Lapangan Polo Nusantara Club, Senin siang. "Ada 2.200 anggota Dewan yang hadir."

    Selain para legislator Gerindra, Iwan menjelaskan, upacara kemerdekaan RI ini dihadiri ketua dan sekretaris Partai Gerindra kabupaten/kota dan provinsi, pengurus DPP, Dewan Pembina Partai Gerindra, petinggi KMP, serta kader muda Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    Dalam upacara tersebut, Ketua Umum PPP Djan Farid, Presiden PKS Shohibul Iman, mantan Presiden PKS Anis Matta, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad terlihat hadir. "Pak Prabowo menegaskan soal semangat kebangsaan dan kebulatan tekad untuk menyelamatkan Indonesia," tutur Iwan.

    ARIHTA U. SURBAKTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.