Sidang Bersama DPR-DPD: Jokowi Ajak Lembaga Negara Kompak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan hormat saat melantik sembilan anggota Komisi Kejaksaan Republik Indonesia periode 2015-2019 di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Agustus 2015. Presiden Joko Widodo  (Jokowi) melantik 9 anggota Komisi Kejaksaan periode 2015-2019 dari unsur masyarakat dan pemerintah di Istana Negara. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memberikan hormat saat melantik sembilan anggota Komisi Kejaksaan Republik Indonesia periode 2015-2019 di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Agustus 2015. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 9 anggota Komisi Kejaksaan periode 2015-2019 dari unsur masyarakat dan pemerintah di Istana Negara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Hari ini, Jumat, 14 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo melaksanakan sidang paripurna tahunan bersama seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam sidang tersebut, Presiden Jokowi akan berpidato resmi dalam rangka hari ulang tahun ke-70 Republik Indonesia.

    Sejumlah topik disampaikan oleh Jokowi, seperti gambaran besar APBN 2015, situasi politik, ekonomi, hingga keberlangsungan kerja sama antar lembaga negara. Jokowi mengawali pidatonya dengan menyapa masyarakat, para presiden terdahulu, para pejabat negara, dan duta besar dari sejumlah negara.

    Mengawali pidato, Jokowi mengajak lembaga-lembaga negara membangun kekompakan demi memperkuat sistem pemerintahan presidensial. 
      
    "Saya sangat memahami bahwa setiap lembaga negara mempunyai peran sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Namun demikian, kekompakan lembaga-lembaga negara sangat diperlukan dalam perjuangan untuk mewujudkan janji kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945," kata Jokowi.

    Perombakan Kabinet Kerja yang baru saja dilakukan, kata Jokowi, pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kinerja pemerintah, sehingga percepatan pembangunan nasional bisa terwujud.

    "Perombakan kabinet tersebut adalah salah satu jembatan terbaik untuk mewujudkan janji saya pada rakyat, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan mereka."

    Dua hari lalu Jokowi mengganti enam menterinya untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Sejumlah pihak mendukung pergantian menteri itu, tapi ada juga yang menilai reshuffle kabinet belum memuaskan pasar.

    ANDI RUSLI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.