Tempo Raih Penghargaan dari Komunitas Diaspora Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para anggota Diaspora dari sejumlah negara, mengucapkan janji dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Para anggota Diaspora dari sejumlah negara, mengucapkan janji dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Tempo mendapatkan penghargaan dari Indonesia Diaspora Network. Penghargaan ini diberikan kepada media massa yang dinilai peduli terhadap isu terkait dengan diaspora atau perantau Indonesia yang tinggal di luar negeri.

    "Kami memberikan penghargaan ini karena pemberitaan yang ekstensif dan berkesinambungan soal diaspora," ujar Presiden Indonesia Diaspora Network Mohammad Al-Arief kepada Tempo di Hotel Bidakara, Kamis, 13 Agustus 2015.

    Selain Tempo, tiga media lain yang diganjar penghargaan serupa adalah majalah SWA, Radio Republik Indonesia (RRI), dan jaringan berita Voice of America.

    Menurut Arief, penghargaan ini merupakan kompensasi yang diberikan kepada media massa yang berinisiatif memberitakan gerakan diaspora Indonesia. "Kami tidak pernah punya budget besar untuk beriklan, tapi sangat bersyukur karena selalu memperoleh pemberitaan dengan porsi yang sangat besar," katanya.

    Penghargaan khusus itu diberikan di tengah Kongres Diaspora yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, 12-14 Agustus 2015. Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari, mewakili semua awak redaksi menerima penghargaan tersebut.

    Indonesia Diaspora Network merupakan gerakan yang digagas pada 2012. Gerakan ini bertujuan menghubungkan warga Indonesia atau keturunan Indonesia di seluruh dunia. Hingga 2015, diperkirakan ada 4,6 juta warga Indonesia yang tersebar di seluruh dunia.

    SUBKHAN J. HAKIM


     

     

    Lihat Juga