RESHUFFLE KABINET Gelombang Dua? Ini Kata JK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan akan melakukan evaluasi kinerja terhadap enam menteri yang baru dilantik Presiden Joko Widodo. Evaluasi kinerja dilakukan sehubungan dengan penilaian program dan gebrakan baru enam menteri itu untuk perubahan.

    "Ya tentu kami lihat nanti pada waktu akan datang bagaimana hasil kerjanya," kata Kalla di kantornya, Kamis, 13 Agustus 2015. "Kami berharap semakin baik."

    Namun Kalla enggan menyebut periode evaluasi dilakukan. Dia juga belum memastikan apakah akan ada reshuffle gelombang kedua atau tidak. "Tahap satu saja baru, ini malah ditanya tahap dua," ujarnya berseloroh.

    Terkait masuknya Rizal Ramli yang suka mengkritik pemerintahan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kalla hanya menanggapi dengan tertawa.

    Kemarin Presiden Joko Widodo melantik enam menteri baru. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 79/P/2015 tentang penggantian beberapa menteri, mereka adalah:

    1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Darmin Nasution (menggantikan Sofjan Djalil)
    2. Menteri Koordinator Bidang Maritim: Rizal Ramli (menggantikan Indroyono Susilo)
    3. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Luhut Binsar Panjaitan (menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno). Luhut juga merangkap sebagai Kepala Kantor Staf Presiden.
    4. Menteri Perdagangan: Thomas Lembong (menggantikan Rachmat Gobel) 
    5. Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Sofjan Djalil (menggantikan Andrinof Chaniago)
    6. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung (menggantikan Andi Widjajanto).

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.