Twitter Luncurkan 'Nyalakan Indonesia #RI70'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Twitter dan TweetDeck.

    Twitter dan TweetDeck.

    TEMPO.CO, Jakarta - Twitter Indonesia (@TwitterID) meluncurkan tagar #RI70 dan situs web www.nyalakanindonesia.com pada Rabu, 12 Agustus 2015, sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-70.

    Peluncuran ini sekaligus meresmikan gerakan “Nyalakan Indonesia #RI70" yang bekerja sama dengan berbagai komunitas, seperti Indonesia Mengajar (@Ind_Mengajar) dan Fun Cican (@funcican).

    Gerakan ini merupakan gerakan kolaboratif yang bertujuan mempersatukan masyarakat Indonesia dalam merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70. Dalam gerakan ini, pengguna Twitter diminta untuk berbagi foto maupun video seputar Indonesia dan perayaan kemerdekaannya dengan tagar #RI70. Nantinya foto-foto tersebut akan dikumpulkan dalam situs www.nyalakanindonesia.com.

    “Tujuan kami sebenarnya untuk menyalakan semangat masyarakat Indonesia. Kami ingin mengajak pengguna berbagi konten tentang tradisi, destinasi, serta inspirasi unik yang hanya ada di Indonesia. Ini angka yang spesial kan,” kata Teguh Wicaksono, Partnerships Manager Twitter Indonesia.

    “Nantinya, semakin banyak tweet yang menggunakan tagar tersebut, gapura yang terdapat di situs kita akan semakin bersinar secara menyeluruh,” tambahnya.

    Indonesia Mengajar dan Fun Cican yang ikut bekerja sama dalam gerakan ini berharap dengan adanya tagar #RI70 di Twitter dapat menyebarkan semangat positif untuk bangsa Indonesia dan menjadi media yang bisa mengenalkan keindahan Indonesia pada dunia.

    “Target kami agar masyarakat tahu bahwa bukan hanya Bali saja yang indah. Masih banyak tempat lain di Indonesia yang menarik. Di sini Twitter menjadi salah satu media yang bagus untuk mengenalkan itu,” ungkap Shafiq Pontoh, perwakilan dari Fun Cican.

    DELA FAHRIANA H.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.