Polisi Berkuda Akan Bantu Pilkada Serentak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga masyarakat melihat Petugas kepolisian berkuda berpatroli saat Care Free Day di sekitar Bundaran HI, Jakarta, 9 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga masyarakat melihat Petugas kepolisian berkuda berpatroli saat Care Free Day di sekitar Bundaran HI, Jakarta, 9 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim polisi berkuda akan ikut dalam pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilakukan pada 9 Desember 2015. Mereka akan melakukan pengamanan di lokasi yang tak terjangkau kendaraan bermotor.

    Tampak tim polisi berkuda itu sedang melakukan latihan berbaris di lapangan Ditsabhara Polda Metro Jaya. Empat kuda yang dinaiki oleh anggota Detasemen Turangga Baharkam Polri itu kemudian berlari-lari mengitari lapangan.

    Direktur Sabhara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan mereka disiapkan untuk mengantisipasi berbagai hal. "Misalnya jika kotak suara tak bisa diangkut dengan kendaraan motor, maka tim berkuda yang diturunkan," ujarnya, Senin, 3 Agustus 2015.

    Nantinya, kata Subarkah, kotak suara akan ditempatkan di bagian belakang kuda. "Lalu nanti dibawa ke tempat pemungutan suara," ujarnya. Selain itu, tim berkuda pun akan ditempatkan untuk pengamanan di TPS.

    Seorang anggota Detasemen Turangga Baharkam Polri Brigadir Yemsi mengatakan kuda yang diturunkan untuk pengamanan ini adalah kuda yang didatangkan dari Belanda. Kuda-kuda itu sudah langsung dilatih sejak didatangkan tahun 2014. "Kuda ini pun dijaga asupan makanannya," ujarnya.

    Selama beberapa hari ke depan, anggota polisi dari polsek, polres, dan Polda Metro Jaya melakukan latihan pengamanan pilkada serentak. Hari ini ada sebanyak 515 anggota yang dilibatkan dari berbagai satuan. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kota Depok, dan Kota Tangerang Selatan yang akan melaksanakan pilkada serentak.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.