Kapasitas Ibu-ibu Anggota AHWA Dipertanyakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, memberi sambutan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Tokoh nasional dan partai politik turut hadir, diantaranya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. TEMPO/Subekti

    Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, memberi sambutan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Tokoh nasional dan partai politik turut hadir, diantaranya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJombang - Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Salahuddin Wahid mempertanyakan kapasitas 39 orang yang menjadi anggota ahlul halli wal aqdi (AHWA). Dua di antaranya adalah ibu-ibu yang muncul tanpa persetujuan semua kiai.

    Menurut Gus Solah, skenario pemilihan dengan sistem AHWA sudah jauh-jauh hari dirancang panitia. Hal ini tampak dari munculnya 39 nama yang menjadi kandidat anggota AHWA yang akan memilih Rois Aam atau Dewan Syuro NU. "Kita dipaksa memilih dari 39 orang untuk menjadi anggota AHWA tanpa jelas latar belakangnya," kata Gus Solah, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Dari 39 orang tersebut, dua di antaranya ibu-ibu yang sama sekali tidak dikenali Gus Solah. Hal ini patut dipertanyakan, mengingat tugas anggota AHWA sangat penting dan menentukan nasib NU ke depan. Yang lebih dipertanyakan adalah nama Hasyim Muzadi tak masuk di dalamnya.

    Mekanisme pemilihan dengan sistem AHWA yang merupakan hasil musyawarah nasional alim ulama, menurut dia, tak punya kekuatan hukum. Bahkan munas tak berhak bicara soal AHWA. Mekanisme tersebut hanya bisa ditentukan dalam mekanisme organisasi melalui konferensi besar yang disetujui dalam Muktamar NU.

    Gus Solah sendiri menyatakan tak keberatan jika ada yang menginginkan mekanisme itu dalam memilih Rois Aam NU. Namun hal itu tak boleh dilakukan sekarang, apalagi dengan cara-cara kekerasan. "Silakan dilakukan pada muktamar yang akan datang, tapi tidak sekarang," ucapnya. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.